Inspiratif ! Didera Keterbatasan, Zohri Ukir Sejarah
Cari Berita

Iklan 970x90px

Inspiratif ! Didera Keterbatasan, Zohri Ukir Sejarah

Saturday, July 14, 2018

Inspiratif, Lensa Post NTB - Keterbatasan dan kekurangan dalam hidup seringkali dianggap sebagai batu sandungan yang dapat menghambat dalam meraih suatu prestasi. Tetapi itu tidak berlaku bagi Lalu Muhammad Zohri. Keterbatasan dan kekurangan justru menjadi pecut yang melesatkan prestasinya hingga ke puncak prestasi.
Saat ini warga Provinsi Nusa Tenggara Barat bahkan warga di seluruh Nusantara merasa bangga sekaligus terharu. Betapa tidak ! Lalu Muhammad Zohri yang notabene seorang anak yatim piatu yang hidup di gubug reot berdinding koran-koran bekas di Dusun Pangsor Desa Pemenang Barat Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara Provinsi Nusa Tenggara Barat berhasil menorehkan tinta emas dalam catatan sejarah olah raga dunia yang mengharumkan nama Ibu Pertiwi di kancah internasional.
Pada kejuaraan Dunia Atletik U-20 yang berlangsung di Tampere, Finlandia 11 Juli 2018 kemarin, Lalu Muhammad Zohri berhasil finis terdepan dalam waktu 10,18 detik pada cabang atletik lari 100 m putra. Ia mengungguli para favorit juara seperti duo Amerika, Anthony Schwartz  (10.22) dan Eric Harrison (10.22) serta sprinter Afrika Selatan Thembo Monareng (10,23), dan atlet Inggris, Dominic Ashwell mencatat waktu 10.25 detik. Unggulan lainnya, Henrik Larsson dari Swedia  yang menorehkan waktu 10.22 detik di semi final, terseok di urutan 6 dengan catatan waktu 10.28 detik.

Zohri turun di nomor final dengan predikat juara Asia U20, Juni lalu dengan catatan waktu terbaik 10.27 detik yang dipertajam di Jakarta menjadi 10.25. Namun di semi final, Zohri mampu menorehkan waktu 10.24 detik, hanya 0.05 detik di belakang atlet AS, Anthony Schwartz.

Tetapi di final, Zohri mampu melejit dan mengatasi dua pesaing utamnya asal AS tersebut. "Saya akan merayakannya malam ini," kata Zohri. "Saya sangat senang dengan catatan waktu terbaik saya dan rekornas junior ini.  Sekarang saya akan bersiap untuk Asian Games bulan depan. Ini merupakan saat terbaik dalam karir atletik saya," kata Zohri.

Lantas, siapa sebenarnya Lalu Muhammad Zohri dan bagaimana perjalanan prestasinya?

Dikutip dari mojok.co, Zohri lahir pada tanggal 1 Juli 2000 dan kini baru berusia 18 tahun. Ia merupakan anak ketiga dari pasangan almarhum Lalu Ahmad dan almarhumah Saeriah. Ibunya meninggal dunia saat Zohri masih duduk di bangku SD. Sedangkan ayahnya menyusul untuk menghadap Sang Pencipta hampir setahun lalu. Semasa hidupnya, sang ayah bekerja menafkahi anak dan istrinya sebagai nelayan.

 Lalu Muhammad Zohri bergabung dengan pelatnas di Jakarta sejak Januari 2018. Caranya menembus pelatnas pun tidak datar-datar saja, melainkan cukup memberi kesan mendalam pada panitia.

Di Kejuaraan Nasional Antar PPLP (Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar) November 2017, Zohri berhasil menorehkan waktu 10,25 detik di nomor lari 100 meter. Angka fantastis ini sekaligus memecahkan rekor sebelumnya, yaitu 10,45 detik, yang diraih Sudirman Hadi.

Zohri ditempa di Pelatnas selama lima bulan, sebelum akhirnya maju ke ajang Kejuaraan Asia Atletik Junior, Juni 2018, di Jepang. Mengejutkan, ia meraih medali emas—masih di nomor 100 meter—dengan catatan waktu 10.27 detik.

Mengenai Kejuaraan Dunia Atletik U-20, Lalu disebut nyaris batal berangkat ke Finlandia. Pernyataan ini disebutkan oleh Ketua Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), Bob Hasan. Keadaan tersebut disebabkan Lalu merupakan anak yatim piatu sehingga segala keperluannya mendapatkan visa harus ditanggung oleh Bob.

Prestasi Lalu menjadi sorotan media Indonesia karena ia berhasil memecahkan rekor terbaik Indonesia 32 tahun lalu pada Kejuaraan Dunia Atletik yang sama, di mana rekor tersebut diraih oleh Indra Nugraha (10,77 detik). Tak hanya itu, capaian Lalu pun berbeda tipis dengan raihan prestasi 10,17 detik yang diukir atlet Indonesia lainnya, Suryo Agung Wibowo, pada gelaran Sea Games 2009.

Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga, tak ketinggalan menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada atlet Lalu Muhammad Zohri. “Tentu ini kejutan, dan memang Zohri ini adalah atlet PPLP (Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar—red) di NTB yang dibiayai oleh pemerintah. Dan alhamdulillah, Zohri menjadi yang tercepat di dunia," kata Nahrowi.

Ia berharap, Lalu dapat menjadi pelari tercepat dan terbaik saat berlaga di Asian Games mendatang.

Doa yang sama diamini Presiden RI, Jokowi. Ia berharap, kemenangan Lalu bisa mendorong pelari-pelari lainnya untuk berjuang membawa nama Indonesia. Modal kemenangan Lalu ini, menurut Jokowi, bisa dimaknai bersama-sama dengan kemenangan atlet bulutangkis Indonesia pada kejuaraan Indonesia Open 2018. (LP.NTB/EMO DOMPU)