Proyek Dinas Pendidikan DKI Diduga Bermasalah dan Sarat KKN
Cari Berita

Iklan 970x90px

Proyek Dinas Pendidikan DKI Diduga Bermasalah dan Sarat KKN

Saturday, July 14, 2018

Ilustrasi
Jakarta, Lensa Post NTB,  Paket Pekerjaan Rehab Total Gedung Sekolah Paket 2 Jakarta Barat (Lelang Ulang) diduga terjadi Penyimpangan Prosedur dan Penyalahgunaan Wewenang dan sarat KKN, pasalnya penentuan rekanan pemenang tender tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal ini terungkap dalam dokumen sanggahan PT. Murni Konstruksi Indonesia nomer KSO MKI-IK-ARC/VII/2018.002 yang mana copynya telah diterima awak media ini di Jakarta Selasa (10/07).

Keputusan Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta No. 664 tahun 2018 tanggal 05 Juli 2018 menetapkan pemenang adalah WIKA-WG-CMP KSO dianggap telah mengabaikan Hasil Evaluasi yang dilakukan oleh Pokja ULP, dimana skor akhir penyedia urutan tertinggi adalah  PT. Murni Konstruksi Indonesia dengan harga penawaran Rp. 282.299.637.992,00 Skor Akhir 97,98 sedangkan PT. Wijaya Karya (Persero) Harga Penawaran Rp. 308.278.000.000,00 Skor Akhir 93,58,  terdapat selisih sebesar Rp 25.978.362.008. Pemenang seharusnya adalah PT. Murni Konstruksi Indonesia.

Seandainya pun ada pertimbangan  evaluasi kinerja penyedia, harus dibuat indikator atau tolak ukur yang jelas serta dituangkan dalam dokumen pengadaan mengenai penetapan pemenang. Dengan adanya dungaan Rekayasa, KKN dan Praktek Persaingan Usaha Tidak Sehat ini maka akan berpotensi merugikan negara sebesar Rp. 25.978.362.008.

Pihak PT. Murni Konstruksi Indonesia tidak terima keputusan ini dan segera akan melaporkan kepada Komisi Pengawas  Persaingan Usaha (KPPU) DKI Jakarta, Inspektorat selaku APIP dan melalui jalur hukum. (LP.NTB/MS/Red)