Terkait Dugaan Kader HMI Dompu Dianiaya, 9 Polisi Telah Diperiksa
Cari Berita

Iklan 970x90px

Terkait Dugaan Kader HMI Dompu Dianiaya, 9 Polisi Telah Diperiksa

Wednesday, July 25, 2018

Dompu, Lensa Post NTB - Terkait dugaan penganiayaan terhadap Arif Wahyuddin, kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Dompu, pada Jum'at malam lalu,  maka Sat Reskrim Polres Dompu telah memeriksa 9 (sembilan) orang polisi Satuan Sabhara yang bertugas patroli pada malam itu. Demikian keterangan Kasat Reskrim Polres Dompu,  AKP Daniel P Simangunsong, S. IK kepada sejumlah awak media,  Selasa (24/7)."9 orang anggota Sabhara itu sudah kami periksa," ungkapnya.
Dikemukakan Daniel, kesembilan anggota kepolisian itu telah diperiksa satu demi satu dan dicecar dengan sejumlah pertanyaan terkait dugaan penganiayaan yang mereka lakukan terhadap korban Arif Wahyuddin. Daniel menyebutkan tak tertutup kemungkinan memang benar terjadi penganiayaan yang dilakukan oleh petugas saat itu. Namun untuk menjawab hal itu, korban harus bersedia dilakukan pemeriksaan. Diungkapnya, pasca insiden di depan Warnet Amanda malam itu, korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Dompu guna dilakukan visum et repertum meskipun korban bersikukuh untuk tidak dibawa ke RSU. Selepas itu, pihak kepolisian menghubungi pihak keluarganya dan menyerahkan korban kepada pihak keluarganya. Sepeda motor yang dikendarai korban juga telah dikembalikan kepada pemiliknya yang menjadi ipar korban dan juga merupakan anggota kepolisian Sat Sabhara rekan kerja dari 9 anggota kepolisian yang melakukan patroli malam itu. Ditegaskan Daniel, pemeriksaan terhadap 9 (sembilan) orang anggota kepolisian tersebut dilakukan guna mengetahui duduk persoalan yang sebenarnya dan dapat melakukan langkah penegakan hukum tanpa pandang bulu. "Siapapun yang terbukti telah melakukan pelanggaran, pasti akan berhadapan dengan proses hukum bila terbukti bersalah," tandasnya.
Ditegaskan Kasat Reskrim, pihaknya tetap kooperatif dan berkomitmen untuk  tetap memproses persoalan ini secara tuntas sehingga akan terbukti siapa yang bersalah dalam kejadian tersebut.

"Polres Dompu tetap akan memproses tindak pidana yang dilakukan oleh oknum anggota polisi bila terbukti melakukan penganiayaan," tegasnya.

Namun untuk memproses kasus ini, lanjutnya pihaknya masih menghadapi kendala dikarenakan hingga kini korban (Arif Wahyuddin) belum dilakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Dijelaskannya meskipun terlapor yang menjadi korban telah memasukkan laporan polisi, akan tetapi bila korban belum menjalani BAP, maka proses selanjutnya tidak akan bisa dilaksanakan.

"Ini kendala bagi kami. Si korban belum kami proses sampai sekarang. Bagaimana kami bisa memproses kalau korban belum di BAP ? ," ujarnya. Korban dinilainya terkesan tidak kooperatif dan sengaja menghindar dari BAP.

Diakuinya, pihaknya beberapa kali juga menghubungi korban via ponselnya tetapi non aktif.

"Kita hubungi nomor teleponnya sampai sekarang masih mati. Bagaimana kita mau proses kalau yang bersangkutan belum kita periksa," ulasnya.

Lebih lanjut Kasat Reskrim menegaskan pihaknya akan tetap memproses kasus ini dengan syarat korban bersedia untuk di BAP. Keterangan korban dalam BAP selanjutnya akan dicocokkan dengan hasil visum yang dilakukan oleh dolter di RSU. "Meskipun hasil visum nelum keluar karena belum ditandatangani, tetapi kami sudah dapat bocorannya. Ada lecet di tangan, lecet di kaki dan ada luka memar di wajah terkena benda tumpul. Ini yang perlu kami cocokkan dengan keterangan korban. Kita belum tau mana yang akibat jatuh dari motor dan mana yang akibat pemukulan, " tandasnya. Dilanjutkan Daniel, pihaknya juga telah mencari dan mengumpulkan alat bukti yang memperkuat dugaan penganiayaan itu. Seperti Closed Circuit Television (CCTV) milik Warnet Amanda yang mengarah langsung ke TKP. Diakuinya memang ada satu CCTV yang mengarah langsung ke jalan raya tetapi terhalang oleh spanduk. Karena itu, ia berharap korban berkenan untuk memberikan keterangan BPA kepada pihak kepolisian.

"Tadi pagi (Selasa pagi,red) kami sudah melakukan pemanggilan lewat surat agar dia hadir untuk diperiksa," pungkasnya. (LP.NTB/ EMO DOMPU)