TGB : Dukung Jokowi Dua Periode, Tidak Ada Kaitan Pemeriksaan KPK
Cari Berita

Iklan 970x90px

TGB : Dukung Jokowi Dua Periode, Tidak Ada Kaitan Pemeriksaan KPK

Tuesday, July 10, 2018

Tuan Guru Bajang
Mataram, Lensa Post NTB – Gubernur NTB, Dr. HM. Zainul Majdi, MA atau Tuan Guru Bajang  menegaskan dukungan dua periode kepemimpinan Presiden Jokowi, sama sekali tidak ada kaitanya dengan pemeriksaan dirinya oleh KPK atas sangkutan penjualan divestasi saham PT. Newmont Nusa Tenggara.  “Tidak ada sangkut pautnya keputusan saya mendukung pemerintahan saat ini untuk periode selanjutnya dengan persoalan eksternal baik itu terkait dengan KPK, Demokrat ataupun persoalan eksternal lainnya,” tegasnya
Dukungan kepada Jokowi murni sebagai keputusan pribadi dan tanggung jawab sebagai anak bangsa. Iapun menjelaskan dirinya telah mengamati situasi perpolitikan nasional selama empat tahun belakang ini. Dalam pandangannya gesekan dan polarisasi umat dengan menggunakan sentimen agama semakin mengkhawatirkan.  Dijelaskannya dalam dunia politik sentimen agama tidak boleh di lakukan, namun sentimen agama tersebut bisa di manfaatkan untuk kemanfaatan umat.
TGB juga menyatakan dirinya belum pernah berkomunikasi dengan Partai Demokrat terkait pernyataannya tersebut, termasuk dengan dewan Muttasyar NW. Ia kembali menegaskan bila keputusannya mendukung Jokowi dua periode sebagai pernyataan pribadi dan tidak terkait dengan sejumlah persoalan lainnya.
Di singgung namanya di coret dari daftar capres yang di rilis oleh alumni 212 TGB menyatakan bahwa hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar, yang justru berbahaya menurutnya adalah menjustifikasi golongan lain yang tidak sefaham bukan sebagai bagian ummat.  “tidak usah terlalu dipersoalkan hal-hal yang bertolak dari prinsip. ini keputusannya, saya tegaskan lagi bahwa pernyataan saya adalah pernyataan pribadi,” pungkasnya.
Sebelumnya Gubernur NTB dua periode tersebut menghebohkan masyarakat NTB dengan pernyataannya mendukung Jokowi untuk menjadi presiden RI dua periode.  Prokontra terhadap pernyataan TGB tidak bisa di elakkan, bahkan sebagian masyarakat NTB tidak mendukung langkah politik gubernur ahli tafsir tersebut. (LP.NTB/L.ak)