HYU : "Tolak Kampanye Tagar Ganti Presiden Di NKRI"
Cari Berita

Iklan 970x90px

HYU : "Tolak Kampanye Tagar Ganti Presiden Di NKRI"

Monday, September 17, 2018

Papua, Lensa Post NTB - Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Gerakan Rakyat Cinta NKRI (Gercin-NKRI), meminta kepada kepolisian negara republik indonesia untuk segera menghentikan dan membubarkan #2019GantiPresiden, yang di lakukan oleh kelompok-kelompok  kepentingan yang diduga ingin mengacaukan negara kesatuan republik indonesia dan berusaha untuk mengantikan Idiologi lain selain Pancasila.

Kami menolak gerakan tersebut tumbuh sumbur di NKRI dan melarang melakukan kampanye di seluruh wilayah hukum NKRI, kami menduga gerakan tersebut adalah gerakan yang di biayai oleh antek-antek asing untuk menciptakan konflik horizontal di NKRI dengan mengadu domba komponen anak bangsa dari sabang sampai merauke, "ujar" Ketum Gercin NKRI, Hendrik Yance Udam (HYU) melalui pesan electronik, Jayapura, Papua. Minggu (16/9/2018)

Kami menduga bahwa gerakan tagar ganti presiden membawa visi dan misi untuk menggatikan idiologi pancasila dengan idiologi Khilafah yang di mainkan oleh HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) bertopeng gerakan #2019GantiPresiden.
HTI dan idiologi Khilafah adalah benar benar bertentangan dengan idiologi pancasila dan UUD  1945, tambahnya.

NKRI adalah salah satu negara demokrasi terbesar di dunia yang memiliki keanekaragaman Etnis serta Suku, Ras dan budaya yang berbeda-beda dari sabang sampai merauke dan kami semua di persatukan oleh idiologi pancasila yang sudah menjadi dasar negara kita, serta perekat anak bangsa dari sabang sampai merauke, dan NKRI adalah bentuk final negara kita dan tidak dapat di gangu gugat oleh siapapun dia warga negara NKRI bahkan negara-negara dunia internasional.

Bermain politik dan berdemokrasi harus dalam bingkai NKRI dan Kalau sudah keluar dari bingkai NKRI berarti sudah melakukan makar atau ingin mengacaukan NKRI dan menjadikan NKRI sama seperti negara-negara di timur tegah yang sudah hancur berantakan seperti Suriah, Afganistan dan lain sebagainya.

"Sekali lagi kami meminta kepada kepolisian NKRI untuk secepatnya dapat mengambil sikap tegas dan menghentikan gerakan tersebut tumbuh subur di NKRI karena dapat mengancam keutuhan NKRI dari sabang sampai merauke," tegas HYU.

Saya berharap agar kita semua sesama komponen anak bangsa untuk menjadi teladan bagi eleman anak bangsa lainya di NKRI. Dan juga saya berharap kita semua sesama komponen anak bangsa untuk berkarya dan memainkan peranan terpenting sebagai garda terdepan dalam mewujudkan kesatuan dan persatuan bangsa, tambahnya.

HYU juga berharap, kita sama-sama berjuang demi keutuhan tegaknya NKRI dan tetap terus berjuang untuk menjadikan NKRI menjadi negara yang  di segani oleh dunia internasional.

NKRI berpotensi menjadi salah satu  negara maju dan terkuat di dunia, untuk itu kita harus bersama-sama untuk menjaga NKRI dari adu domba negara asing untuk memecah belah NKRI dengan isu radikalisme, Intoleran, Terorisme serta agama, Suku dan Ras, kata HYU


NKRI sudah damai dan aman, kita harus bersama menjaga kedamian yang sudah ada saat ini.Untuk itu kami meminta kepada kapolri, KPU dan Bawaslu untuk secepatnya melakukan deklarasi kampanye pilres 2019 secara damai, sehingga pilres 2019 ini benar-benar menghasilkan  pemimpin NKRI lima tahun kedepan yang amanah dan dapat membawa kemakmuran bagi bangsa dan negara.

Momentum pilres 2019 merupakan momentum siliturahmi anak bangsa dari sabang sampai merauke dalam menjaga dan merawat NKRI bersama-sama serta menciptakan pemilihan presiden 2019 yang damai, sejuk dan menjadi barometer perpolitikan di dunia internasional bahwa NKRI menjalankan pesta demokrasi pemilihan presiden dengan baik dan bermartabat, "tutup" HYU. (LP.NTB/ Megy)