Makkadana Harap Kandai Satu Ditetapkan Sebagai Desa Budaya
Cari Berita

Iklan 970x90px

Makkadana Harap Kandai Satu Ditetapkan Sebagai Desa Budaya

Monday, September 17, 2018

Dompu, Lensa Post NTB - Kelurahan Kandai Satu menyimpan banyak peninggalan sejarah masa lampau. Baik peninggalan sejarah pada era megalitik, era klasik maupun era Islam. Untuk itu pemerintah harus menetapkan wilayah tersebut sebagai Desa Tematik atau Desa Budaya. Harapan tersebut disampaikan oleh Ketua Majelis Sakaka Dana Dompu (Makkadana) Muhammad Iradat, S. Gz kepada media ini kemarin.

"Sudah seharusnya pemerintah menetapkan Kelurahan Kandai Satu sebagai Desa Tematik atau Desa Budaya karena peninggalan sejarahnya lengkap," harap Iradat.

Ia menjelaskan pencanangan sebagai Desa Tematik atau Desa Budaya sangat diperlukan sebagai upaya mengamankan peninggalan sejarah yang sudah ditemukan maupun belum ditemukan di wilayah tersebut.

"Manfaatnya nanti dapat dijadikan wahana ilmu pengetahuan, informasi dan penelitian bagi masyarakat dan generasi selanjutnya.

Lebih lanjut ia kembali menyampaikan harapan kepada pemerintah daerah Kabupaten Dompu untuk segera membangun museum budaya. Dikatakannya museum budaya amat penting untuk menyimpan benda-benda purbakala yang telah banyak ditemukan di Bumi Nggahi Rawi Pahu ini. "Kalau tidak ada museum budaya benda-benda itu akan hilang bahkan akan diperjualbelikan," paparnya. Menurutnya keberadaan museum budaya sudah sangat mendesak yang perlu mendapatkan perhatian khusus oleh pemerintah daerah. "Museum budaya sudah sangat mendesak saat ini untuk melestarikan benda-benda yang tak ternilai ini," desaknya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang dikonfirmasi media ini mengemukakan bahwa museum budaya sangat diperlukan di daerah ini karena melalui museum benda-benda sejarah dapat dipertontonkan kepada khalayak umum. "Pemerintah daerah sudah mempertimbangkannya," ucapnya. Namun sementara ini, lanjutnya pemerintah daerah memprogramkan pembangunan rumah-rumah adat. "Kita akan mulai dulu dengan pembangunan rumah-rumah adat lokasinya di tempat istana yang dulu," ujarnya mengakhiri. (LP.NTB/EMO)