Compo Sampari, Tradisi Terancam Punah, Masih Lestari di Kelurahan Ntobo
Cari Berita

Iklan 970x90px

Compo Sampari, Tradisi Terancam Punah, Masih Lestari di Kelurahan Ntobo

Wednesday, October 10, 2018


Kota Bima, Lensa Post NTB – Banyak tradisi dan budaya lama di Bima terancam punah, bahkan sama sekali tidak berlaku di jaman modern seperti saat ini. Seperti halnya satu tradisi lama “Compo Sampari” atau memasukkan keris, tradisi ini terancam punah di Bima atau khususnya di Kota Bima. Namun Tradisi ini masih Lestari di sebuah perkampungan kecil di Kota Bima Nusa Tenggara Barat, tepatnya di Kelurahan Ntobo Kecamatan Raba Kota Bima. “Compo Sampari” justru menjadi rutinitas masyarakat Ntobo, bahkan tradisi yang satu ini menjadi kebanggaan warga Ntobo.


“Compo Sampari” biasanya dilakukan malam hari menjelang Ndoso atau hitanan. Di Kelurahan Ntobo sendiri, tradisi “Compo Sampari” menjadi tontonan yang mengasyikkan, karena saat itu ratusan bahkan ribuan masyarakat berbondong-bondong keluar rumah menyaksikan prosesi tradisi unik tersebut. Secara kolektif, sedikitnya 20 hingga 100 anak yang akan dihitan, dikenakkan pakaian adat untuk selanjutnya dilakukan prosesi “Compo Sampari” tadi.


Ketua Karang Taruna Ntobo, Agussalim, S.Pd kepada Lensa Post mengakui, bahwa seiring dengan perkembangan jaman, tradisi “Compo Sampari” mulai punah, namun budaya lama ini terus kita angkat dan dilestarikan, karena tradisi ini telah dilakukan turun temurun sejak nenek moyang kita, tuturnya. Agus juga menjelaskan, bahwa tradisi “Compo Sampari” biasanya dikombinasikan dengan  atraksi “Mpa,a Gantao” yakni sebuah kesenian tradisional mengadu ketangkasan dua orang yang saling memukul dan menangkis dengan cara tradisional, kesenian ini biasanya dilakukan oleh dua orang laki-laki. Kesenian tradisional Mpa’a gantao inilah yang membuat tradisi Compo Sampari/ Saraso ini semakin menarik dan terkesan menghibur, ujar Agussalim. (LP.NTB/ Tim)