Kodim 1608/ Bima Uji Kesegaran Jasmani Anggota
Cari Berita

Iklan 970x90px

Kodim 1608/ Bima Uji Kesegaran Jasmani Anggota

Thursday, October 11, 2018

Bima, Lensa Post NTB -  Komando Distrik Militer (Kodim) 1608/ Bima, pagi ini, kamis (11/10/2018) laksanakan Semapta Kesegaran Jasmani  (Garjas) periodik ke II tahun 2018, Semapta Garjas yang digelar di lapangan Kompi Senapan A Yonif 742/ SW dihadiri Pasi Intel Kapten Inf. Seninot Sribakti, Pasi Pers Kapten Inf. Ahmad, Pasi Ter Kapten Inf. Ibrahim dan diikuti seluruh Perwira Staf dan Danramil Satuan Kodim 1608/ Bima.
Komandan Kodim 1608/ Bima, Letkol Inf. Bambang Kurnia Eka Putra menjelaskan, bahwa Semapta Garjas dilaksanakan setiap 6 bulan sekali, kegiatan tersebut dalam rangka melatih kebugaran anggota TNI, adapun kegiatan Semapta yang melibatkan anggota TNI Kodim Bima, diantaranya kegiatan Lari 3200 meter, pull up, sit up, push up, shutle run, dan renang.

Dandim menambahkan, bahwa dalam Semapta Garjas Periodik II tahun 2018 ini melibatkan seluruh Anggota TNI Kodim 1608 Bima, dengan klasifikasi umur, yakni kategori 1 usia 18 - 22 tahun, kategori 2 usia 23-29 tahun, kategori 3 usia 30-35 tahun, kategori 4 usia 36-39 tahun, kategori 5 usia 40-43 tahun, kategori 6 usia 44-46 tahun, dan kategori 7 usia 47-50 tahun.

Letkol  Bambang menyampaikan, bahwa sebelum Anggota melaksanakan Semapta Garjas, terlebih dahulu Dokter memeriksa kesehatan mereka, ini bertujuan agar dalam kegiatan olah raga tersebut tidak ada kendala, terutama yang menyangkut penyakit yang diderita. Letkol Bambang berharap sebagai kesatuan teritorial harus selalu berada dalam kondisi prima dan sehat, serta selalu menjaga kebugarannya, sementara bagi yang tidak memenuhi syarat disebabkan penyakit, dan sebagainya, maka akan di her/ diulang. Sedangkan bagi Perwira Kodim, akan dilaksanakan Semapta Garjas di Satuan Korem, jelas Letkol Bambang.

Dilokasi kegiatan, Dokter Sumiyati dari RS Muhammadiyah Kota Bima selaku pemeriksa kesehatan menyampaikan, bahwa bagi Anggota yang akan melaksanakan kegiatan harus di tes kesehatannya. Ada berbagai macam penyakit yang menyebabkan anggota tidak diijinkan untuk ikut, antara lain karena tensi darah tinggi mencapai  130/ 80, termasuk jika ada yang mengalami keluhan asma, kami juga tidak mengijinkan untuk melaksanakan kegiatan tersebut, ungkapnya. (LP.NTB/ Sukur)