Titin, Sakit Parah Butuh Uluran Tangan
Cari Berita

Iklan 970x90px

Titin, Sakit Parah Butuh Uluran Tangan

Friday, November 30, 2018

Kondisi Titin saat ini
Dompu, Lensa Post NTB -  Seorang wanita muda bernama Titin Surianti, warga Kampo Samporo Lingkungan Bali Timur Kelurahan Bali Satu Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu membutuhkan uluran tangan.  Pasalnya, penyakit yang diderita wanita kelahiran Dompu, 3 April 1993  semakin menggerogoti tubuhnya. Kini wanita rendah hati ini sangat kurus kering hanya tinggal kulit pembungkus tulang. Wajahnya pucat pasi menanggung derita akibat beratnya penyakit yang menimpanya.
Ketua Komunitas Sarangge, Andi Hermawan, S. Kom mengungkapkan Titin adalah seorang anak yatim. Bapaknya meninggal dunia sejak usianya 6 tahun. Sedangkan Ibu hanyalah seorang pedagang jagung rebus keliling pasar selama bertahun-tahun lamanya. Melihat keadaan ekonomi keluarga, Titin ikut membantu meningkatkan kondisi ekonomi kehidupan menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Arab Saudi selama 3 Tahun, mulai 2014 sampai tahun 2017.

"Disanalah segala penyakit mulai datang menerjang tubuhnya, saat itu ia jatuh di tangga lantai bertingkat, tergelincir hingga di lantai bawah, awalnya hanya sakit perut, kakinya keseleo, lama-kelamaan semakin parah," tutur Andi. Pada tahun 2017 ia kembali ke Indonesia, di jemput di Bandara Sultan Salahudin Bima dalam kondisi memprihatinkan. Ia hanya bisa duduk di atas kursi roda, tidak kuat berdiri, apalagi berjalan.


Keluarganya tidak putus asa, berbagai macam usaha dilakukan, secara medis, tradisional hingga akhirnya sembuh selama sebulan. Beberapa bulan yang lalu Titin menikah dengan Ihwansyah yang lebih familiar dengan Jovan Black sesuai nama akun facebooknya. Selama 2 bulan menikah penyakit itu datang lagi. Akhirnya suami khawatir dan mencoba periksa kondisi kesehatan istrinya.


Ternyata, Titin mengalami penyakit kista, tumor kanker rahim, dan pembengkakan kaki dan sudah komplikasi hingga ke paru-paru.  Sang suami berusaha sekuat tenaga mencari pengobatan buat istri tercintanya tersebut. Hingga diberangkatkan ke Rumah Sakit Provinsi Mataram untuk penanganan lebih lanjut.

Namun taqdir Yang Maha Kuasa menentukan lain. Di tengah perjalanan mengantar istri dirujuk ke RSU Mataram, kabar duka muncul. Sang suami tercinta, Ikhwansyah justru dipanggil lebih dahulu oleh Allah SWT untuk menghadap keharibaan Ilahi selama-lamanya.  Niatnya mengantarkan istri berobat malah ajal menjemput lebih dulu kepada sang suami.


Kini keadaan Titin sangat memprihantikan. Hidup tanpa ayah, tanpa suami, dengan diselimuti duka dan derita yang berat dan panjang. Kesulitan ekonomi keluarga semakin memperberat nestapa yang dialaminya.  "Keadaan Titin butuh perhatian kita semua," ujar Andi.

Karena itu, Andi mengetuk pintu hati para hamba Allah dan kaum dermawan untuk menyisihkan sebagian kecil rezekinya guna meringankan beban kehidupan keluarga Titin. "Bantuannya bisa melalui No Rekening 0709410843 BNI A/n Andi Hermawan," pinta nominator Pemuda Inspiratif Kabupaten Dompu 2018 ini. (emo).