Petugas PDAM dan TNI Perbaiki Pipa di Kamudi
Cari Berita

Iklan 970x90px

Petugas PDAM dan TNI Perbaiki Pipa di Kamudi

Friday, February 1, 2019


Dompu, Lensa Post - Untuk memperbaiki kembali perpipaan PDAM yang mengalami kerusakan akibat banjir, maka Petugas dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Dompu bersama dengan anggota TNI yakni Bintara Pembina Desa (Babinsa) Rababaka, Serma Junaidin dan Babinsa Mumbu melaksanakan penyambungan pipa. Kegiatan tersebut dilaksanakan di bagian intake (penampungan) air PDAM di Kamudi Desa Rababaka Kecamatan Woja Kabupaten Dompu pada hari Selasa (29/1). 

Direktur PDAM Kabupaten Dompu, Agus Supandi, SE mengatakan pekerjaan penyambungan pipa-pipa dikerjakan mulai jam 08.00 Wita sampai dengan pukul 17.00 Wita. Berkat kerja keras dan kerja bersama tersebut membuahkan hasil bagi kelancaran pasokan air PDAM untuk dialirkan ke rumah-rumah pelanggan khususnya di Kecamatan Woja. "Air yang sebelumnya hanya berkapasitas 14 (28 m3/detik) menjadi 18 atau 36 meter kubik per detik," ungkap Agus. Ia mengatakan apabila pasokan air terus berada pada posisi 18 (36 m3/detik) itu, maka masyarakat akan dapat menikmati air dengan lancar.  

Bagi warga Kelurahan Kandai Dua Kecamatan  khususnya Lingkungan Polo, Ginte dan Balibunga yang mengalami kemacetan air PDAM beberapa hari lalu, Agus mengatakan pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhinya. "Sebagian sudah bisa terlayani tetapi sebagian di tempat yang tinggi belum terlayani tetapi kami akan upayakan dengan cara membagi air secara bergiliran," ujarnya. Ia mengatakan perbaikan pipa air di Intake Kamudi yang dilakukan di atas merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki pelayanan tersebut. "Kendalanya di sumber air kita di Intake Kamudi tidak pernah normal sehingga proses pengaturan air untuk pelayanan kepada masyarakat sering terganggu," paparnya.

Agus menerangkan terjadinya ketidaknormalan pasokan air ke intake pengolahan air disebabkan ambrolnya bendungan di Kamudi bersamaan dengan peristiwa hanyutnya eksavator milik PT NK akibat terseret arus banjir sekitar 2017 lalu. "Setelah itu dibuatkan bronjong oleh BPBD tetapi 6 bulan kemudian terseret banjir lagi sehingga sekarang menampung langsung melalui pipa," paparnya. Akibat dari pengambilan langsung tersebut, pasokan air ke intake sangat tergantung pada muka air. "Ketika air sungai turun, muka air kecil tidak menjangkau bibir pipa. Kalau banjir terjadi sedimentasi pasir yang menyumbat pipa," kata Agus menyebut kendala yang dihadapi dalam mengatasi pasokan air PDAM. (TIM LENSA POST * EMO)