Timbu, Peninggalan Budaya Austronesia yang Masih Lestari di Dompu NTB
Cari Berita

Iklan 970x90px

Timbu, Peninggalan Budaya Austronesia yang Masih Lestari di Dompu NTB

Thursday, January 31, 2019


 Dompu, Lensa Post - Disebutkan bahwa nenek moyang orang Indonesia,  berasal dari daratan Cina Selatan yang bermigrasi dengan perahu ke arah selatan, ribuan tahun yang lalu.  Budayawan Dompu, Ir. Nurhaidah menyebutkan gelombang migrasi ini masuk ke Sulawesi dan menetap sampai ke Sulawesi Tengah.  Para pengembara ini masuk dalam rumpun Austronesia yang menyebar dari Madagaskar sampai Pasifik. Pada saat itu gelombang kedua datang ke Sulawesi dengan membawa kebudayaan zaman besi.  Dengan alat-alat besi ini,  mereka bisa membuat berbagai model peninggalan dari batu atau dikenal dengan Megalith (Bernard H. M. Vlekke, 2016).

"Hasil riset Balai Arkeologi menemukan adanya Jejak  migrasi para pengembara ini di Dompu. Salah satunya adalah Timbu," ungkap Nurhaidah. Timbu (lemang dalam Bahasa Indonesia) adalah penganan terbuat dari beras ketan yang diberi santan dan dimasukkan dalam seruas bambu. Sebelumnya di dalam ruas bambu tersebut dimasukkan daun pisang yang digulung. Lalu dimasak dengan cara dibakar. "Timbu itu jejak budaya Austronesia ribuan tahun yang lalu yang sampai sekarang masih ditemukan di pasar bawah Dompu," sebut putri budayawan almarhum Israil M. Saleh ini. Dikatakannya pada zaman dulu ada tradisi Lai Fare  (mengangkut padi) dari sawah ke lumbung (Jompa) secara bersama-sama oleh masyarakat sekitar. Sistem upahnya adalah Karawi Ndece (kerja  bergilir). "Tetangga atau saudara yang ikut membantu disuguhi kuliner khas Timbu ini yang dibuat dalam jumlah banyak,  untuk suguhan dan untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh. (TIM LENSA POST * EMO)