TNI Peduli, Danramil Woha Bantu Nenek 80 Tahun Sakit Lumpuh
Cari Berita

Iklan 970x90px

TNI Peduli, Danramil Woha Bantu Nenek 80 Tahun Sakit Lumpuh

Monday, April 29, 2019


Ina Sei saat disambangi TNI Koramil Woha
Bima, Lensa Pos NTB – Secara kasat mata, bantuan ini mungkin tidak seberapa nilainya, namun dibalik kesengsaraan hidup Siti Asiah atau biasa dikenal Ina Sei dalam kondisi sakit lumpuh, bantuan yang diberikan Danramil Woha berupa beras 20 kg, gula pasir, kopi dan kebutuhan lain, merupakan sebuah rohmat bagi Nenek 80 tahun ini dikala kondisi hidup yang serba kekurangan dan keterbatasan fisik ini. 

Iya, ini adalah bagian rasa empati dari seorang Prajurit TNI Kodim 1608/ Bima yang saat ini bertugas sebagai Danramil Woha, Beliau mengajak Anggotanya untuk menjenguk Ina Sei yang hanya bisa berbaring dan duduk di rumahnya yang sudah rapuh. Ina Sei sudah tidak mampu berbuat apa-apa lagi, kecuali hanya bisa pasrah dan mengharapkan uluran tangan dari para dermawan. Kita semua tentu merasa miris dengan kondisi potret kehidupan Ina Sei di Dusun Bente RT. 07 RW. 05 Desa Ngali Kecamatan Woha Kabupaten Bima NTB. Wajah keriput ini merasa bahagia sekali menyambut kehadiran Anggota TNI. Ina Sei berterima kasih atas segala bantuan yang diberikan ini, “balas toipu ba ruma rawi taho mu anae” artinya “semoga Allah SWT membalas segala kebaikanmu”, itulah kata-kata yang diucapkan Ina Sei saat menerima bantuan tersebut.

Danramil Woha Kapten Kav. Sukahar menceritakan, bahwa sejak terkena sakit stroke, hingga saat ini ia tak pernah mendapatkan perawatan secara medis. Ina Sei  hanya dirawat oleh anak-anaknya yang sesekali datang membawa ramuan tradisional. Ia mulai menderita lumpuh saat memasuki usia tua hingga pendengarannya terganggu. Sejak anak-anaknya sudah menikah, Ina Sei  harus hidup sebatang kara di sebuah rumah yang tak layak huni. Kondisi rumah sang nenek ini sangat memprihatinkan, sebagian tak berdinding dan hanya ditutup dengan kain. Bahkan, tempat tinggalnya itu nyaris roboh karena sudah dalam kondisi miring. " Nenek ini menderita lumpuh dan hidup sebatang kara. Dari cerita cucunya, dia sempat diajak oleh anak-anaknya untuk pindah dari tempat tinggalnya sekarang karena khawatir rumah itu roboh. Tapi, beliau enggak mau pindah. Dia tetap ngotot tinggal di rumahnya walaupun kondisinya sudah tak layak dipakai," ceita Kapten Kav Sukahar. (TIM)