Diduga Karena Tidak Membayar Iuran, Pemkot Bima Minta Tujuh Kamar Rusunawa Dikosongkan
Cari Berita

Iklan 970x90px

Diduga Karena Tidak Membayar Iuran, Pemkot Bima Minta Tujuh Kamar Rusunawa Dikosongkan

Wednesday, February 12, 2020

Dari Seratus Kamar Rusunawa, Tujuh Kamar Lainya Diminta Pemkot Bima Dikosongkan
Kota Bima, Info Bima - Pemkot Bima melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman rakyan melakukan pengosongan paksa tujuh kamar Rumah Susun (Resunawa) yang berlokasi di Lingkungan Sarata Kelurahan Paruga Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima, Rabu (12/02/2020).

Pengosongan tujuh Rusunawa yang dilakukan karena dinila, tujuh penghuni rusun tersebut tidak pernah melakukan pembayaran iuran rusun selama hampir satu tahun terakhir.

"Kami sudah memberitahukan sebelumnya untuk dilakukan pengosongan rusun tersebut dan bahkan kami sudah memberikan tenggang waktu untuk mereka selama dua minggu" kata Kabid Perumahan dan Pemukiman Rakyat Abdul Faruk.

Namun, Eksekusi pengosongan rusun yang dilakukan malah mendapat perlawanan dari warga rusun, mereka yang tidak terima dengan perintah pengosongan justru melakukan konsolidasi dan mengumpulkan warga rusun yang lain. mereka meminta agar dipertemukan dengan Walikota Bima dan DPRD Kota Bima untuk dilakukan audensi tentang persoalan ini.

Tindakan tegas yang dilakukan Pemkot Bima dengan melakukan pengosongan tujuh rusun, guna menertibkan penghuni Rumah Susun yang ada untuk menghindari tindakan kejahatan para oknum-oknum tertentu yang mencoba memanfaatkan kondisi Rusun, sehingga muncul penyakit-penyakit sosial di Rusun tersebut.

"Kami menduga ada satu atau dua orang yang menguasai belasa kamar di Rusunawa ini, yang kita kuatirkan jangan sampai kamar-kamar tersebut dikuasai oleh oknum-oknum itu dan disalah gunakan", katanya.(IB.Usman)