Lensa NTB Tour Workshop Upaya Pendampingan Pengurangan Resiko Bencana UMKM
Cari Berita

Iklan 970x90px

Lensa NTB Tour Workshop Upaya Pendampingan Pengurangan Resiko Bencana UMKM

Tuesday, June 30, 2020

Kegiatan Tour Workshop Upaya Pendampingan Pelaku UMKM oleh Lensa NTB
Dompu, Info Bima - Lembaga Studi Kemanusiaan (Lensa) NTB kerja sama dengan Islamic Relief. Dalam melakukan pendampingan terhadap pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kabupaten Dompu. Selasa (30/6/20).

Kegiatan ini sebagai upaya Lensa NTB dan Islamic Relief dalam penguatan kapasitas dan pengembangan ekonomi pelaku UMKM terhadap resiko bencana alam maupun non alat yang terjadi, juga untuk membangun sinergi UMKM dengan Pemerintah baik BUMN dan Pemangku kepentingan lain dalam upaya pengurangan risiko bencana terutama UMKM yang terdampak, supaya memperkuat koordinasi dan kolaborasi terhadap isi penanggulangan bencana
pelaku UMKM yang terdampak bencana.

Karena berdasarkan amanat Undang-undang No.24 tahun 2007 bahwa pengurangan resiko bencana bukan saja tanggung jawab Negara, tetapi partisipasi aktif lembaga non pemerintah juga perlu dilibatkan secara luas, baik dalam proses perumusan kebijakan- kebijakan terkait perencanaan, implementasi, monitoring dan evaluasi sampai pada tahap analisa resiko bencana.

Acara tour workshop ini berlangsung di gedung PKK Dompu, yang dibuka secara resmi oleh Bupati Dompu, diwakilkan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Hj. Sri Susana, M.Si, yang dihadiri juga oleh beberapa unsur Pemerintah Kabupaten Dompu yang terlibat dalam bidang UMKM dan UKM,   Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Juliansyah, S.Sos, dan Kapala Dinas Perhubungan, Anggota DPRD Dompu Ir. Muttakun, serta hadir pula Pimpinan BMUN, Deputy Bisnis Area Pulau Sumbawa I Made Sriada, Pimpinan Bank BRI dan Bank NTB.

Dalam hal ini Lensa NTB dan Islamic Relief sangat memerlukan adanya saling melengkapi dalam mengisi gap yang ada. Analisa resiko bencana yaitu dengan melihat potensi ancaman dan mengevaluasi kondisi kerentanan yang merugikan aset-aset atau modal sosial, politik, mata pencaharian, jiwa manusia itu sendiri maupun lingkungan, selain itu analisa resiko juga dilakukan dengan memeriksa sejumlah kapasitas yang dimiliki oleh pemerintah, masyarakat, kelompok, keluarga maupun individu
yang berpotensi mengurangi kerentanan atas bencana. Kapasitas ini berupa kegiatan usaha yang berlangsung di masyarakat.

Dengan begitu, dibutuhkan suatu mekanisme yang mengatur dan memastikan adanya tindakan yang dilakukan ketika aktivitas usaha mengalami gangguan/hambatan, serta memastikan bahwa proses bisnis usaha masih dapat berjalan dan pelayanan tidak terhenti.

Direktur Lembaga Studi Kemanusiaan (Lensa) NTB Syarifuddin Kaso mengungkapkan, bahwa isu konflik sangat mempengaruhi soal ekonomi masyarakat yang berdampak pada kemiskinan.

"Untuk itu kita dari Lensa NTB dan Islamic Relief membatu mereka untuk membangun mengembangkan ekonomi dengan melakukan pendampingan dan pembinaan usaha kembali" tandasnya.

Kegiatan tersebut mendapat respon baik dari unsur pemerintah, dan mereka mendukung kegitan yang dilakukan Lensa NTB dengan menyediakan sarana yang dibutuhkan, baik itu respon dari Instansi Pemerintahan, BUMN maupun lembaga DPRD sekaku pengontrol kebijakan.(IB.Din)