Walaupun Pendemi Covid-19, BNNK Bima Tetap Semangat Perangi Narkoba.
Cari Berita

Iklan 970x90px

Walaupun Pendemi Covid-19, BNNK Bima Tetap Semangat Perangi Narkoba.

Saturday, June 27, 2020

Puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di halaman Kantor BNNK Bima.

Bima, Media Info Bima Online - Meski saat ini tengah dilanda pandemi Covid-19, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bima tetap bersemangat dalam mencegah dan memberantas Narkoba.

BNNK Bima membawahi tiga Kabupaten dan Kota. Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Kabupaten Dompu.

“Semangat kami dalam memberantas Narkoba di Bima-Dompu ini tidak berkurang,” kata Kepala BNNK Bima AKBP Hurri Nugroho, SH, MH.

Pernyataan tersebut dilontarkan Hurri pada puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di halaman Kantor BNNK Bima, Jum'at, (26/06/2020).

Peringatan HANI tahun ini mengangkat tema “Hidup 100 Persen di Era New Normal, Sadar, Sehat, Produktif dan Bahagia Tanpa Narkoba.”

Kegiatan itu dilakukan secara virtual dengan Video Converence (Vicon) antara Kepala BNN RI Komjen Heru Winarko, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPan RB) Tjahjo Kumolo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Hadir dalam kegiatan itu undangan terbatas. Antara lain, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Bima, Kota Bima dan Dompu.

Para peserta diwajibkan memperhatikan protokol Covid-19. Seperti pemeriksaan suhu tubuh saat masuk ke tempat upacara dengan mencuci tangan, memakai masker dan Physical Distancing.

Saat itu, Komjen Heru Winarko memaparkan, dalam melawan Narkotika, BNN melakukan dua langkah strategis.

Pertama, Demand Reduction yakni sebagai aktivitas pencegahan agar masyarakat memiliki ketahanan diri dan imun terhadap penyalahgunaan narkotika.

Kedua, Supply Reductio sebagai aspek penegakan hukum yang tegas dan terukur dalam menangani sindikat narkotika.

“Akan dilakukan upaya rehabilitasi bagi para pecandu dan penyalahguna narkotika,” paparnya.

Sedangkan Tjahjo Kumolo dalam sambutannya menegaskan, dirinya tidak akan segan-segan memecat pegawai jika masih nekat melakukan tiga hal. Yaitu terpapar Radikalisme, Narkoba dan Korupsi.

“Saya tidak akan segan-segan memberhentikan ASN secara tidak hormat jika masih nekat melakukan tiga hal tersebut,” ancamnya. “Sebagai ASN, mereka harus menjadi pemersatu bangsa,” sambungnya.

Terkait permasalahan Narkoba, BNN mempunyai alat canggih dan data yang cukup hingga sampai ke tingkat kecamatan.

“Kami akan selalu bersinergi dengan BNN, Polri, TNI, serta lembaga dan kementerian lainnya untuk terus mensosialisasikan bahaya Narkoba di instansi masing-masing,” jelas Tjahjo.

Usai memberikan sambutan, Tjahjo meluncurkan website; aduannarkoba.bnn.go.id yang berfungsi sebagai portal pengaduan ASN.

Sedangkan Wapres Ma’ruf Amin mengingatkan, sebagai bentuk kewaspadaan terhadap bahaya Narkoba, peringatan HANI harus dilaksanakan setiap tahun. Apalagi tahun 2019, sesuai data BNN, angka penyalahgunaan Narkoba terlihat meningkat.

“Pada tahun 2017, usia 10-59 tahun terpapar sebanyak 3,37 juta jiwa dan di tahun 2019 mengalami peningkatan menjadi 3,6 juta jiwa,” paparnya.

“Yang harus diwaspadai bersama bahwa penyalahgunaan Narkoba sangat rentan pada usia millenial. Hal ini harus menjadi perhatian kita bersama,” harap Ma’ruf.

Sedangkan AKBP Hurri Nugroho menjelaskan, selain melaksanakan upacara HANI secara virtual, BNNK Bima juga melaksanakan kegiatan pra pengumuman dan pemberian hadiah bagi pemenang Lomba Vlog dengan tema “HANI 2020” dari para sponsor.

Pada kesempatan itu, Hurri mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung dan memeriahkan pelaksanaan HANI Tahun 2020. Mulai dari pra HANI hingga puncak upacara.

“Meski di tengah pandemi Covid-19, semua itu tentu tidak mengurangi semangat kita untuk bersama memerangi bahaya Narkoba,” katanya. (Usman).