Bupati Bima Kunker di Wera Timur, Firdaus Diusir Keluar, Serta Kampus (STISIP MBOJO) Bima Dipermalukan.
Cari Berita

Iklan 970x90px

Bupati Bima Kunker di Wera Timur, Firdaus Diusir Keluar, Serta Kampus (STISIP MBOJO) Bima Dipermalukan.

Sunday, July 5, 2020

Foto : Firdaus Dosen (STISIP MBOJO) Bima, Dipermalukan dan Diusir Keluar.

Bima, Media Info Bima Online - Vidio kunjungan Kerja Bupati Bima, Hj. Indah Damayanti Putri, SE, di Kecamatan Wera Timur, Kabupaten Bima, Rabu, (1/7/2020) Begitu viral di berbagai media sosial, Watsahap, Instagram dan Fecebook.

Pasalnya, dalam vidio yang berdurasi 1 menit 37 detik itu, memperlihatkan salah satu Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, (STISIP MBOJO) Bima, dipermalukan dan diusir keluar dihadapan orang tua, keluarga dan kerabat oleh rombongan kunjungan kerja Bupati Bima.

Salah satu Dosen kepada media ini, Firduas, yang dipermalukan dan diusir keluar itu lantaran karena memberanikan diri angka tangan untuk mengisi acara dialog, (sebagai peserta)  dalam tajuk acara DIOLOG kunjungan kerja Bupati Bima.

Vidio itu, Firdaus bertanya yang tujuan bertanyanya kepada Bupati Bima sebagai narasumber.
Mengutik kata Firdaus, 2009, Ibu Indah Damayanti Putri pernah mengatakan haram untuk menginjakan kaki di Desa Nangawera, tutur Firdaus yang juga aktif sebagai pemuda Nangawera, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima.

Mendengar pengatar, Bupati Bima, Indah Damayanti Putri, sebagai nasasumber menyanggah bermaksud memotong pembicaraan Firdaus.

"2009 itu bukan saya Bupati" kata Indah.

Mendengar banyak kalimat kasar, Firdaus menyanyangkan rombongan Bupati Bima untuk membatasinya berbicara.

Kata Firdaus, kan ini Dialog kunjungan kerja, kenapa saya dibatasi berbicara, ujar Firdaus dengan nada kesal.

Rombongan Bupati Bima yang kesal dengan pernyataan Firdaus sontak mau memukul dan mengusir Firdaus keluar dari forum ini tersebut.

Salah satu mahasiswa, Johan Darah  Juang, yang diketahui merupakan ketua Organisasi mahasiswa di Kota Bima, yang juga merupakan murid dari Firdaus, ikut menyesalkan adanya insiden memalukan bagi Dosen dan nama Kampusnya itu.

Ini sangat memalukan bagi dunia pendidikan lebih khususnya Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Sosial, (STISIP) Mbojo Bima. Kan Kakanda Firdaus Akademisi yang bertanya. Dan arah serta narasi seseorang Akademisi itu jelas mendasar atas disiplin ilmunya. Apa lagi kakanda Firdaus adalah Dosen Ilmu Sosial dan Politik, sesal Johan kepada media ini, Minggu, (4/7/2020) malam.

Tapi, kejadian itu memberi petunjuk bahwa Bupati Bima, Indah Damayanti Putri sàngat ganas, sampai-sampai seorang Dosen tidak dipersilakan menyampaikan narasi ilmiah untuk bertanya juga memberikan saran dalam evaluasi, 4,5 pimpin daerah Bima, tutupnya. (Usman).