Dikisahkan Perjalanan Suka-Duka Hidup Seorang Syafrudin H. Irhas.
Cari Berita

Iklan 970x90px

Dikisahkan Perjalanan Suka-Duka Hidup Seorang Syafrudin H. Irhas.

Thursday, July 23, 2020

Syafrudin H. Irhas.

Oleh : Usman Bima, S. Pd.

Samarinda - Kaltim, Media Info Bima Online - Esok hari, aku di lahirkan dari seorang Ibu-Ayah yang bernama Irhas (Abu Nu), disebuah Desa terpencil, yang bernama Desa Sakuru (Monta-Bima-NTB), masa kecil aku tidak ada bedanya dengan masa kecil anak-anak desa lainnya, dimana dulu kami belum mengenal yang namanya game mobile atau game yang ada di ponsel. Tidak seperti sekarang anak kecil sudah banyak yang menggunakan ponsel pintar, bahkan bermain media sosial.

Dimasa kecil aku adalah anak yang cenderung iseng, (cepat menangis) bila di bully atau di jahili teman-teman sepermainanku yang lainnya. Bila ditengah permainan bersama teman-temanku ketahuan menangis oleh sang Ayah, siap-siaplah aku akan kena damprat (omelannya).

Mendengar omelan seperi itu dengan sekuat tenaga aku berusaha menahan tangisan walaupun dengan mulut cengengesan di hadapan teman-temanku. Permainan karet (oro gata), permainan kemiri (oro ka leli), kelereng (mpa,a kaneke) adalah beberapa permainan yang bila aku kalah, dipastikan di akhir permainan aku akan menangis seketika karena tak terima kalah.

Bila permainan itu di lakukan di halaman rumahku, biasanya teman-teman yang menang akan mengembalikannya sebagian kelereng, kemiri atau karet kepadaku, entah karena memamg mereka baik atau takut ketahuan sang ayahku.

Waktu kecil tepatnya Sekola Mis (Sakuru) aku bersekolah bersama teman-temanku yang lainnya seperti, (Sukardin, Ahmad) dan lainnya.

kami melalui hari-hari layaknya seperti anak SD lainnya, penuh dengan kegembiraan dan juga candaan renyah ala anak-anak.

Berangkat sekolah dengan tas hasil jahitan tangan sang ibu, (Almarhum) berupa kain bekas karung terigu, namun sesampai disekolah buku tulis di dalamnya bila sudah dikeluarkan ke atas meja untuk di pakai menulis, sejam atau dua jam kemudian buku tersebut sudah tak layak di pakai akibat terkena keringat dan hilang karena iseng dari teman-taman ku waktu itu.

Tak bisa menulis dengan baik di atas buku, bukan berarti aku tak dapat membaca dan menyerap mata pelajaran dari sang guru kala itu, alhamdulillah aku bisa terus mendapatkan rangking kelas di urutan ke 4, jika tidak salah ingat pernah di salip oleh (Sukardin sekarang biasa di Sapaan Oma) sahabatku, namun kami berdua tak pernah mampu mendahului kejeniusan sahabat kami yang lainnya, sang juara kelas tanpa tanding.

Sepulang sekolah, biasanya kami isi dengan waktu naik gunung mencari kayu bakar, di gunung-gunung sekitar  desa kami sendiri, membawa bekal nasi dalam bungkusan makai alat sekadalnya, ikan teri (uta karamba), air minum, garam, micin, cabe, buah asam dan bila di gunung menemukan sejenis dumu loa (daun pintar), dumu sambi, akan di ambil sebagai tambahan racikan lauk pauknya disana.

Kadang-kadang saya pergi ke-sawah membantu orang tua, Paman, dan Bibi disawah untuk menyiram bawang, serta membersihkan rumput dalam padi bersama orang tua, serta saudara-saudaraa ku yang lain.

Masa-masa Waktu SMA, Pertama daftar di Madrah Aliyah Tente, 6 bulan kemudian, pindah sekolah MA Desa sendiri yakni Desa Sakuru, terus lanjut di SMA PGRI Tangga, pindah lagi SMA Al-Hidayah, serta SMA Al-Maarif Kota Bima, terakhir atau Taman SMA PGRI Tente 1997.

Pada waktu itu, tahun 1999 orang tua H. Irhas, (Abu Nu) pedagag kecil-kecilan di Ujung Pandang, kala itu juga saudara kandungku M. Tahir daftar Kuliah di Ujung Pandang, sehingga saya bersama saudaraku, Siti Nur, dan adik bungsu Hadijah, tinggal bersama bibi ku, (Habiba), dikampung RT. 12/RW. 04, Desa Sakuru Monta Bima NTB. sekarang bibi, Habibah sudah meninggal, (Almarhum) do"a kami semua menyertai mu.

Pada saat itu, saya berpikir untuk merantau ke-Kalimatan Barat, (Sampit) Berangkatlah ke Kalimantan, dengan modal uang 250 ribu dikantong,  dengan mengunakan kapal barang dipelabuhan Bima, juga beberapa lembar baju dan celana, Tas yang tidak mengunakan sletin, hanya pakai paniti, (Coma leti). Dalam menikmati perjalanan yang sangat melelahkan selama 5 hari sampailah saya di Kalimatan Barat, (Samping), persis di pelabuhan, pada saat di Pelabuhan (Samping) terpaksa buruh untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari jadi buruh kapal selama 2 minggu tepatnya pada hari itu tanggal 12  bulan Januari 1999 pertama kali saya menginjakan kaki di tanah rantau, (Kalbar).
Rasa bahagai dan haru bercampur aduk, aku ayunkan langkah kaki turun dari Kapal dengan ucapan “BISMILLAH” Bismillahi tawakaltu Alallah, la haula wala kuwwata illa billah”. Kini (Kalbar) tanah keramat sudah ku injak. Kehidupan dan juga pencarian jati diriku yang sebenarnya baru akan dimulai di tanah keramat ini.

Tidak cukup sampai disitu saya berpikir mau berangkat ke-Samarinda, (Kaltim) kebetulan saya punya saudara kandung Perempuan kawin dengan Orang Ujung Pandang kebetulan mengajar di salah satu SMK di Samarinda, juga  Paman Suaeb adikda kandung ayahku yang bekerja di Samarinda tersebut, dalam perjalanan hidup Kalbar suka duka sudah dirasakan oleh ku, setelah 4 Bulan di Kalbar, kemudian saya berpikir berangkat ke-Samarinda, (Kaltim) mencari kerja, untuk menuju tempat tersebut, juga tempat tinggal saudara serta paman ku, harus memerlukan biaya ongkos bis, dan makan, karena menempuh perjalanan satu hari satu malam untuk nyampe di rumah saudara, dan Pamanku, terpaksa harus buruh kapal di pelabuhan Samarinda tersebut.
Setelah bertemu dengan saudara perempuan ku, Atun, 2 minggu kemudian pergi ketemu dengan paman, Suaeb, lumayan jauh tempat tinggal dengan saudara perempuan ku, pada saat bertemu dengan paman ku, berpelukan dan mengeluarkan Air mata karenan sudah lama tidak bertemu dengan Paman, paman bertanya kepada ku waktu itu, kamu datang pakai apa, mau apa di sini?, ia menjawab tampa basa-basih pertayaan pamannya, Suaeb?, datang pakai kapal barang, menuju Kalbar, (Samping), terus dari (Samping pakai kapal barang juga) menuju pelabuhan Samarinda, lanjut dari pelabuhan menuju ke rumah Kak Atun pakai Bis, katanya.

Tujuan disini paman datang untuk mencari pekerjaan? dia minta ijin  mencari kerja, dengan membaca, BISMILLAH” Bismillahi tawakaltu Alallah, la haula wala kuwwata illa billah”.

Satu bulan kemudian, dengar informasi penerimaan tenaga kerja disalah satu perusahaan PT. Pertamina dekat tempat tinggal waktu itu, membaca BISMILLAH bermodalkan Ijazah SMA PGRI Tente, tekad yang bulat, serta keberanian, Alhamdulillah saya diterima bekerja di PT. Pertamina, satu tahun bekerja PT.  Perusahaan Pertamina tersebut, perusahaan tersebut gulung tikar atau bangkrut, sehingga ribuan tenaga kerja di PHK, termasuk saya sendiri.

Enam bulan lamanya menganggur hidup tampa arah, terpaksa mencari kerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, pada saat itu, pagi itu saya jalan-jalan disekitar dekat rumah tempat tinggal, seorang tukang batu bangunan masjid, saya bertanya pak tidak ada buruhnya, lalu orang itu menjawab iya ngak ada katanya, boleh minta ijin menjadi kulit bangunan iya silakan? katanya.

Satu minggu kerja jadi buruh bangunan masjid tersebut, pas pulang kerja sekitar pukul. 17. 00. wita, ada selembar koran dipingir jalan, lalu saya punggut dan ambil membaca isi dalam koran tersebut, dalam isi koran atau berita yang saya baca waktu itu, adalah informasi pembukaan pendaftaran kuliah DII disalah satu Universitas Wulawarman Samarinda, (Kaltim).

Keesokan harinya pagi saya menuju tempat Foto Copy Ijazah untuk coba-coba mendaftar kuliah disalah satu Universitas Wulawarman Samarinda (Kaltim), Alhamdulillah berkas saya diterima waktu itu.

Setela itu, satu minggu kemudian saya dengar informasi bahwa hari ini ada pengumuman kelulusan calon Mahasiswa baru di Universitas Wulawarman tersebut, Alhamdulillah saya diterima menjadi mahasiswa baru tersebut.


Dalam perjalanan kuliah, selama 6 bulan kuliah di Universitas Wulawarman ada informasi di kampus ada program menyediakan 2 Beasiswa, yakni Beasiswa Tidak mampu, dan Beasiswa prestasi, dan program lainnya, selama perjalanan kuliah waktu itu, Tim dari Kampus tersebut meminta saya untuk mencoba buat proposal beasiswa prestasi, waktu berjalan Alhamdulilah saya mendapatkan beasiswa prestasi tersebut, selesai menerima uang dari Kampus, banyak karena baru melihat banyak diatas satu juta, ngak pernah saya lihat uang sebesar di kampung halaman.

Setelah dinilai dan prestasi tersebut waktu ini, keluarlah Beasiswa prestasi termasuk saya juga mendapatkan beasiswa tersebut, setelah saya menerima uang dari Kampus, tersebut, sebelum saya keluar dari pintu ruangan Kampus tersebut, saya berpikir uang ini untuk apa, dan digunakan apa? saya berpikir dari pada uang dimakan cuma-cuma lebih baik untuk memudahkan perjalanan kuliah, dari Kost ke Kampus, yakni membeli sepeda motor tua yang penting ada, terjadilah membeli motor tua sesuai dengan uang yang ada.

Selama perjalanan kuliah dengan bermodalkan motor tua waktu itu, saya juga memcoba masuk di salah satu organisasi, yakni (PMII) Alhamdulillah di kader dan menjadi Kader PMII, bahkan waktu itu saya terpilih menjadi Ketua (PMII) tersebut.
Disamping kuliah dan berorganisasi, juga, saya memcoba masuk disalah satu yakni Partai Kebangkitan Bangsa, (PKB), sebagai pengurus dibawah Ranting Kecamatan, terus Kabupaten, dan Pengurus DPW Kaltim, Alhamdulillah teman-teman pengurus Kecamatan, Kabupaten/Kota, DPW Kalimatan Timur memberikan kepercayaan saya menjadi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PKB (Kaltim) melalui proses dan tahapan, Musda, Muswil, sampai dengan sekarang.

Dalam perjalan karir di dunia Politik Partai Kebangkitan Bangsa, (PKB), pada tahun 2010 lalu, saya pernah tampil sebagai calon DPRD Propinsi Kalimatan Timur, dengan bertarung dengan anak-anak pejabat, seperti Anak Bupati, Anak Walikota, Anak Gubernur, belum lagi Anak-anak konglomera waktu itu, tuhan belum memberikan terbaik terhadapnya. Alias gagal waktu itu. ujarnya.

Dari waktu ke-waktu, memasuku tahun 2015 Pileg, saya mencoba tampil lagi sebagai calon DPRD Propinsi Kalimatan Timur, (Kaltim) dengan calon yang lain, hal yang sama yakni, anak-anak pejabat, seperti Bupati, Walikota, Gubernur, serta konglomera, bahkan kader-kader terbaik Kalimantan Timur, yang ada diluar Daerah waktu itu, serta Calon Incebent, bersama Dapilnya, Alhamdulillah berkat do'a keluarga, orang tua, dari Desa Sakuru Monta Bima NTB, serta dukungan masyarakat Kalimatan Timur Khusus Dapilnya yang lebih penting adalah dorongan Istri dan keluarganya yang mendukung sepenuhnya terhadap pencalonan ini. sehingga Alhamdulillah terpilih menjadi Anggota DPRD Propinsi (Kaltim). 2 Periode, Periode  2015-2020-2020, sampai dengan sekarang.
Foto : Syafrudin Bersama Istri Damayanti.

Damayanti, S. Pd, selaku istri tercinta yang selalu setia dan menemani Syafrudin H. Irhas yang menitip karirnya sebagai politisi, disamping istri Syafrudin, Damayanti mencoba melakukan pencalonan Anggota DPRD  Kota Balikpapan pada tahun 2019 lalu, Alhamdulillah terpilih menjadi DPRD Kota Balikpapan lewat Partai PKB sekarang. (Usman).