Dinas P3A Kota Bima Gelar Dialog Warga Sebagai Upaya Pencengahan Perkawinan Pada Usia Anak.
Cari Berita

Iklan 970x90px

Dinas P3A Kota Bima Gelar Dialog Warga Sebagai Upaya Pencengahan Perkawinan Pada Usia Anak.

Wednesday, July 15, 2020

Kota Bima, Media Info Bima Online - dalam rangka upaya pencegahan tindak kekerasan terhadap perempuan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Kota Bima, melakukan Kegiatan Dialog Warga yang diselenggarakan di Kelurahan yaitu Kelurahan Tanjung. Senin, (13/07/2020).

Dialog Warga adalah suatu metode pemberdayaan yang kegiatannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat yang menitikberatkan pada kapasitas dan kebutuhan komunitas.
Kegiatan Dialog Warga di Kelurahan Tanjung di laksanakan selama 3 (tiga) hari yaitu dari Hari Senin-Kamis tanggal 13 Juli - 15 Juli bertempat di Aula Kantor Kelurahan Tanjung Kota Bima.
Adapun Narasumber dari Kegiatan Dialog Warga yaitu Ibu Rizikiah Mardiati, S.Tp dan Ibu Nurnazmi, S. Pd, M.Si serta yang dihadiri oleh 30 (tiga puluh) peserta yang terdiri dari 10 orang Tokoh masyarakat/agama, 10 orang Tokoh Perempuan dan 10 orang Tokoh Remaja. 
Kepala Dinas P3A Kota Bima, H. Ahmad, SE, mengatakan dalam mewujudkan Kota Bima layak anak, harus dimulai dari, RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, Kota/Kabupaten, dan selanjutnya Provinsi dan Nasional. Kota layak anak cepat terealisasi apabila dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat. Konsep Multi Approach melalui forum yang diadakan dan diprakarsai oleh kementrian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak RI, lewat Dinas DP3A Kota Bima, Kadis DP3A Ahma mengharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pembangunan Kota Bima menuju Kota Layak Anak. Oleh karena itu, kegiatan dialog yang kita laksanakan pada hari ini untuk membantu percepatan kota yang layak anak di Kota Bima.

"Semoga kegiatan dialog ini dapat berjalan dengan baik dan melalui forum ini seluruh stakeholders mampu memanfaatkan dengan sebaik-baiknya. saya berharap pertemuan hari ini bisa semakin manajamkan program dalam mendukung terwujudnya Kota Bima sebagai Kota layak anak", harap Ahmad.

Lanjut Ahmad, Melalui Dialog Warga masyarakat dapat membangun komitmen diantara mereka sendiri tentang pentingnya kesetaraan gender dalam kehidupan sehari-hari dan cara mencapainya dengan sumber daya yang tersedia diantara lokal (Kelurahan).
Ahmad juga mengatakan Pemerintah selaku pelayan publik (public servant) dapat memfasilitasi dan membina masyarakat dalam mengidentifikasi kekuatan, kelemahan dan kapasitas mereka sehingga mampu mengembangkan agenda perubahan mereka sendiri. 

Adapun tujuan dari Kegiatan Dialog Warga itu sendiri adalah :

1. Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan serta kesadaran para peserta tentang Kegiatan Dialog Warga yang membahas masalah perlindungan perempuan terhadap tindak kekerasan dan Pendewasaan Usia Pernikahan.


2. Tersusunnya peraturan/kesepakatan kelurahan yang akan mengatur tentang usia perkawinan yang disertai sangsi-sangsi didalamnya. (Usman).