Dirgahayu LMND, Refleksi 21 Tahun Perjuangan.
Cari Berita

Iklan 970x90px

Dirgahayu LMND, Refleksi 21 Tahun Perjuangan.

Saturday, July 11, 2020

Kabupaten Bima, Media Info Bima Online - Hari ini, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) merayakan hari lahirnya. Organisasi mahasiswa progresif skala nasional yang didirikan bersamaan dengan gelombang perjuangan itu dibentuk tanggal, (9-11 Juli 1999).
Mantan Ketua LMND Bima Delian Lubis (Kanan) saat menghadiri acara Dirgahayu LMND ke-21. Foto: Ist
Di Kabupaten Bima, Dirgahayu LMND dan merefleksi 21 tahun perjuangan digelar secara sederhana di Aula Kantor Camat Woha, Sabtu, (11/7). Hadir para kader dan alumni LMND pada acara yang mengusung tema “Pendidikan Maju untuk Kemajuan Bangsa”

Mantan Ketua LMND Bima Delian Lubis mengatakan, organisasi ini dibentuk oleh puluhan komite aksi mahasiswa yang aktif dalam proses reformasi, dengan sejumlah agenda waktu itu seperti menggulingkan rezim Orde Baru hingga pada tuntutan penuntasan agenda reformasi.

Di Bima sendiri, LMND berdiri tahun 2004, digagas oleh kawan Agus Mawardy, Ady Rahmat, Caesar, Bin dan kawan-kawan lain. Sejumlah agenda perjuangan dan advokasi pun berjalan dengan baik, perlawanan terhadap kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat juga dituntaskan dengan sejumlah aksi demonstrasi.

“Bendera merah liga waktu itu berkibar dan membentuk barisan untuk membantu orang-orang yang tertindas oleh sistem dan kebijakan,” cerita Lubis.

Lalu pada tahun 2007 sambung Delian, LMND Bima kembali menguasai jalanan di bawah nakhodanya bersama kawan-kawan lain seperti Adi Rahmat, Fan, Awan, Japonk, Nald, Tofan, Miles, Deno, Bonar, zeggo bip, dan sejumlah nama-nama lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bertemu dan selalu berdiskusi melahirkan ide-ide perlawanan.
Foto bersama para kader LMND dan alumni saat Acara Dirgahayu LMND ke-21. Foto: Ist

LMND juga terbentuk disejumlah kampus, seperti di STISIP, STKIP Bima, STIT Sunan Giri, STIH Muhammadiyah Bima, STIE Bima dan STKIP Taman Siswa. Agenda-agenda politik perjuangan terlaksana dengan sangat baik.

“Bahkan kita mengamen di Amahami, hasilnya kita gunakan untuk biaya Pendidikan Dasar dan membuat pamflet dan selebaran untuk aksi demonstrasi,” jelasnya.
Diakui Lubis, kendati tidak sedikit yang mencibir dengan keberadaan LMND saat itu, modal saat itu hanyalah semangat dan komitmen yang tinggi terhadap perjuangan rakyat tertindas. Mereka anak-anak muda dekil tapi memiliki mimpi indah bagaimana bangsa ini keluar dari cengkaraman modal asing.

Di usianya yang ke 21 tahun ini kata Lubis, sebagai salah satu organisasi mahasiswa yang progresif, LMND tetap memposisikan diri sebagai generasi muda yang masih tersadarkan dan anti penindasan. Tetap melawan kapitalisme yang serakah, dan terus menginginkan terwujudnya tatanan negara yang lebih demokratis, seperti nafas dalam azas perjuangan LMND, yakni Pancasila.

“Panjang umur perjuangan, Dirgahayu LMDN ke-21, Jaya Selalu LMDN,” ucap Lubis. (Usman).