Peternakan Potensi Maha Dahsyat di Kota Bima.
Cari Berita

Iklan 970x90px

Peternakan Potensi Maha Dahsyat di Kota Bima.

Saturday, July 11, 2020

Foto : Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE.

Kota Bima, Media Info Bima Online - Gagasan swasembada daging yang dicanangkan oleh pemerintahan pusat telah disambut baik oleh pemerintahan provinsi dengan menghadirkan pabrik pakan ternak khususnya untuk peternakan hewan berkaki empat. 

Program tersebut merupakan pintu yang maha dahsyat bagi Kota Bima karena sangat sesuai dengan potensi yang ada di Kota Bima serta sejalan dengan petuah leluhur yang sangat menyadari tipologi serta sosiologis masyarakat Bima umumnya dan Kota Khususnya. 

Hari ini, Bima dikenal dengan dua produk unggulannya yaitu bawang Bima dan Sapi Bima.  Tidak mengherankan bila permintaan pasar terhadap dua produk tersebut selalu tinggi. Sebut saja eksport sapi pada tahun lalu mencapai 12.000 ekor.  Capai ini masih bisa di optimalkan mengingat import sapi di indonesia mencapai 800.000 ekor pertahun.

Kota Bima sebagai salah satu yang masuk dalam roadmap provinsi sebagai kawasan peternakan merupakan peluang dan jalan untuk mengembalikan kejehteraan warga Kota.

Modal luar biasa tersebut adalah lahan serta wilayah Kota yang pernah dijadikan kawasan pelepasan gembala yautu di jalur rite, ntobo hingga ndano na'e. Kawasan tersebut juga di topang oleh sosiologis masyarakatnya yang memang terbiasa berternak sejak dulu kala. 

Menjadikan salah satu wilayah tersebut sebagai pilot projek peternakan yang bisa dimulai dengan peternakan sapi potong dan semi gembala merupakan solusi realistis yang dibutuhkan saat ini guna menjawab kebutuhan dan memaksimalkan potensi besar yang sempat terabaikan. 

Rite menjadi salah satu kawasan produktif dan potensian untuk dijadikan pilot projek tersebut.  Keberhasilan pilot projek ini akan menjadi teladan yang paling seksi bagi pemilik lahan di kawasan tersebut, mengingat pada zaman lampau memang lahan lahan tersebut tempat berkembang biaknya peternakan khususnya ternak berkaki empat. 

Sejalan dengan pilot projek tersebut, juga akan mendorong sinergisitas antara peternakan dan penguatan ketahanan pangan pada sektor pertanian. Artinya lahan atau kawasan tersebut secara simultan akan diikuti oleh penghijauan tanaman tamana tahunan yang selaras dengan program tanaman pangan. 

Outputnya adalah tidak hanya soal peternakan dan tanaman pangan yang berkembang tetapi juga mengembalikan kawasan yang sekarang kering menjadi hijau dan lebat kembali.

Terlebih secara bisnis peternakan saat ini sangat seksi dan menjanjikan serta mampu menyedot lapangan kerja yang sangat besar. 

Logis rasanya kita menyadari bersama bahwa petuh para leluhur adalah yang perlu kita lakukan demi masa depan tanah leluhur kita khususnya Kota Bima. (Usman).