SMP 1 Pajo Dapat 3 Paket Bantuan Renovasi Bangunan
Cari Berita

Iklan 970x90px

SMP 1 Pajo Dapat 3 Paket Bantuan Renovasi Bangunan

Thursday, July 23, 2020

Kondisi Bangunan Renovasi SMPN 1 Pajo
Dompu, Info Bima - Karena dinilai mengalami tingkat kerusakan cukup parah sampai mencapai 95 persen kurusakan. Kini Sekolah SMPN 1 Pajo, Kabupaten Dompu NTB, mendapat 3 paket bantuan langsung untuk dilakukan renovasi bangunan dari sumber anggaran APBD tahun 2020 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

Tiga paket yang didapat masing-masing, paket renovasi Ruang Kelas Baru (RKB), dengan anggaran 435 juta, kemudian renovasi lima WC siswa dengan anggaran135,940 juta dan renovasi ruang guru dengan anggaran 209,860. Total anggaran 780, 800 juta.

Pelaksanaan pekerjaan kini baru mencapai 25 persen, dengan limit waktu pelaksanaan mulai Juni hingga 15 Desember 2020 mendatang.
Kepala SMPN 1 Pajo Ahmad, S.Pd, yang ditemui pada Kamis (23/7/20) mengaku bersyukur telah mendapatkan bantuan rehab sekolah ini, sebab, sejak puluhan tahun berdirinya SMPN 1 Pajo baru tahun 2020 sekarang bisa terlaksana untuk melakukan renovasi sekolah. Yang lebih ia syukuri juga bahwa pengajuan awal mereka cuma tiga RKB yang mau direnovasi, namun oleh pemerintah pusat memberikannya tiga pake.

"Memang rezeki itu tidak disangka-sangka, tiga RKB yang direhab, tetapi yang diberikan oleh Pemerintah Pusat adalah tiga Paket. Memang sekolah ini tidak pernah direhab sebelumnya, namun setelah saya pindah dari SMP 2 ke SMP 1 ini. Awalnya saya coba konsultasi sama pihak Dikpora melalui Kasi sarana-prasarana, saya pertanyakan apa sih masalahnya sampai SMP 1 Pajo ini sehingga tidak direhab padahal bangunannya sudah roboh, dan dia mengarahkan, jaman sekarang tidak ada istilah main proposal pak, sekarang ini tergantung kepala sekolah dan operatornya pintar main data Dapodiknya, dibuka data dapodik sarana-prasarana" jelasnya.

Dari hasil konsultasi dirinya dengan Dinas Dikpora Kabupaten Dompu melalui Kasi sarana-prasarana pak Wahidin yang memintanya untuk bermain pada data dapodik. Atas saran tersebut dirinya coba bermain dan mengirimkan datanya ke pemerintah pusat dan langsung mendapatkan lampu hijau, dalam waktu tiga hari Pemerintah pusat memerintahkan Dinas Dikpora Kabupaten untuk merehab SMPN 1 Pajo.

"Realisasi dari data dapodik yang saya kirim, satu bulan kemudian saya langsung dipanggil oleh Kepala Dinas Dikpora, dan memberitahukan bahwa SMPN 1 Pajo akan segera di renovasi" ungkapnya.(IB.Din)