Positif Covid-19 Bertambah, Sekolah Tidak Boleh Belajar Tatap Muka.
Cari Berita

Iklan 970x90px

Positif Covid-19 Bertambah, Sekolah Tidak Boleh Belajar Tatap Muka.

Sunday, July 26, 2020

Foto : Kabid Dikdas Dinas Dikbud Kota Bima, Gufran.

Kota Bima, Media Info Bima Online - Setelah bertambahnya pasien positif Covid-19, salah satunya siswa yang berusia 6 tahun. Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, (Dikbud) menetapkan aktifitas kegiatan belajar menjagar, (KBM) menggunakan sistem Belajar Dari Rumah, (BDR) total. Sabtu, (24/07/2020).

Kabid Dikdas, Dinas Dikbud Kota Bima, Gufran, yang di mintai keterangan pada saat melakukan monitoring di SDN 12 Kota Bima terjadap media ini, menyampaikan berdasarkan surat edaran, (SE) Bima nomor 294 twhun 2020 menetapkan pegawai dan ASN wajib masuk kerja dan mentaati ketentuan kerja dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Sistem kerja ini berlaku untuk seluruh ASN terutama tenaga pendidik, kata Gufran.

Gufran juga menuturkan, meskipun aturan ini ditetapkan bagi tenaga pendidik, tapi tidak berlaku bagi siswa untuk belajar di Sekolah atau tatap muka. Artinya mulai pekan depan pelajar hanya belajar menggunakan sistem dalam jaring, (daring) dan luar jaring, (Iuring).

Khusus sistem Iuring, guru akan mengunjungi siswa dan memberikan pelajar dan tugas. Kemudian sistem akan mengerjakan di bawah bimbingan orang tua. terasnya.

Gufran mengakui, dengan ditetapkannya, (BDR) secara total maka Dinas Dikbud akan terus memantu dan memonitoring setiap jalannya program pendidik. Artinya Dikbud tidak ingin adanya, lembagan pendidik melanggar imbauan Pemerintah dan tetap membuka proses KBM di Sekolah.

Kami tidak ingin adanya Clouser Covid-19 dari pendidik untuk itu diinstruksikan agar sekolah tidak membuka KBM secara tatap muka, tegasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 12 Kota Bima, Fatimah yang dimintai keterangannya mengaku. Siap menjalankan aturan yang telah ditetapkan Pemerintah.

Setelah imbauan Pemerintah di keluarkan maka kami langsung melakukan rapat internal bersama jajaran guru komite untuk memutuskan  metode pembelajaran bagi siswa yang cocok menggunakan sistem daring dan Iuring, tutupnya Fatimah. (Usman).