Hamili Anak Dibawah Umur, Pria Asal Pekat Diringkus Polisi
Cari Berita

Iklan 970x90px

Hamili Anak Dibawah Umur, Pria Asal Pekat Diringkus Polisi

Thursday, August 27, 2020

Pria ini Diduga Mencabuli Anak yang Masih Dibawah Umur Hingga Hamil 7 Bulan

Dompu, Info Bima - Keluarga korban SC 16 tahun warga Desa Sori Tatanga, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu NTB, melaporkan ke Polisi atas tindakan pencabulan yang menyebabkan SC hamil 7 bulan diduga dilakukan SAB pria 45 tahun, alamat yang sama.

Tindakan pencabulan yang dilakukan SAB itu terjadi pada bulan Pebruari 2020 lalu, ia melancarkan aksinya dengan menyelinap masuk dalam kamar korban pada pukul 13.00 dini hari.

Paur Humas Polres Dompu AIPTU Hujaifah menjelaskan, ketika itu korban sedang tidur tiba-tiba masuk pelaku dengan merabah payudara korban, saat itu korban terbangun dan mencoba memberikan perlawanan dengan berteriak namun cepat mulut korban ditutup oleh pelaku dan pelaku SAB mengancam akan menganiaya jika korban kembali berteriak. 
"Saat itu pelaku langsung membuka celana korban dan mencabuli korban. Usai meniduri korban pelaku kembali mengancam agar korban tidak menceritakan kejadian itu sama siapapun" pungkas Hujaifah.

Seiring berjalannya waktu kejadian tersebut terbongkar ketika korban hamil dengan usia kehamilannya sekitar 7 bulan, dan hal itu sontak membuat pihak keluarga korban kaget, dari itulah korban mulai menceritakan semua kejadian pahit yang merenggut kesucian nya itu kepada pihak keluarga, kemudian pihak keluarga melaporkan perbuatan pelaku itu ke mapolsek pekat dengan Laporan polisi nomor : LP/ K / 350 / VIII / 2020 / NTB /Res Dompu, Tanggal 26 Agustus 2020.

Dengan adanya laporan itu Tim Puma Polres Dompu langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku yang sedang berada di rumahnya, pada Rabu (26/8/20) pukul.03.00 wita.

Kini terduga pelaku sudah diamankan ke Mapolres Dompu untuk diperiksa unru guna kepentingan penyidikan dan proses hukum lebih lanjut. terduga dijerat dengan pasal 76D jo pasal 81 ayat (1) dan ayat (2) dan atau pasal 76E jo pasal 82 ayat (1) UURI No. 23 tahun 2002 Tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.(IB.Din)