Ini Pengakuan Pelaku Pemerkosaan dan Pembakaran Anak Dibawah Umur di Desa Mumbu
Cari Berita

Iklan 970x90px

Ini Pengakuan Pelaku Pemerkosaan dan Pembakaran Anak Dibawah Umur di Desa Mumbu

Monday, August 10, 2020

Pengakuan Mengejutkan dari Tersangka Pelaku Pemerkosaan yang Disertai Pembakaran Anak Dibawah Umur di Desa Mumbu, Kecamatan Woja, Kab. Dompu
Dompu, Info Bima - Keterangan melalui konferensi pers disampaikan Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat, SH, SIK, atas kasus pemerkosaan yang disertai pembakaran anak dibawah umur oleh pelaku R alias D 18 tahun  terjadi pada pekan lalu di Desa Mumbu, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, kini mendapat sanksi pasal berlapis atas perbuatannya.

Dengan alat bukti dan keterangan empat orang saksi yaitu M, N, A dan A yang dimintai keterangan sehingga polisi dapat menetapkan pelaku R alias D sebagai tersangka atas tindakan Pemerkosaan dan Pembakaran terhadap korban SS.

Menurut keterangan Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat, SH, SIK. Kronologis kejadian itu bahwa pelaku R alias D ini, dia dibawah pengaruh minuman keras. Sekitar pukul 2 dini hari pelaku datang ke rumah korban dia melakukan aksi jahatnya dengan memperkosa korban yang saat itu sedang terlelap tidur. Merasa takut akan korban melaporkan perbuatan jahatnya, lalu pelaku membakar gorden yang pertama, kemudian pelaku membakar tikar yang ada di lantai rumah tersebut. Usai membakar korban pelaku lalu duduk disebuah warung yang berada disekitar lakosi berjarak 5 meter dari TKP, dan dia berpura-pura tidak mengetahui kejadian tersebut.

"Dari kejadian itu, kita mengamankan barang bukti berupa sisa pembakaran dari baju korban dan baju pelaku yang digunakan saat kejadian. Dan saat itu pelaku langsung diamankan, kita kenakan pasal berlapis yaitu pasal persetubuhan dan pasal pembakaran sesuai dengan pasal 76 huruf D yaitu pasal 1 ayat 1 junto pasal 76 E junto pasal 82 ayat 1 undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2014, dan juga undangan-undang perlindungan anak pasal 1 ke 1 junto pasal 1 ayat 1 ke 3 ayat 1 hpp UU nomor 9 tahun 2006, dan juga pasal 338 HUHP Pidana junto pasal 187 ayat 3 HUHP pidana junto UU Republik Indonesia nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak, dan pelaku diancam hukuman penjara seumur hidup", jelas Kapolres.



Saat diwawancarai oleh awak media usai pelaksanaan jumpa pers didepan halaman Reskirm Polres Dompu, pelaku R alias D mengakui jika dirinya benar melaku pembakaran usai melakukan pemerkosaan terhadap korban karena dibahwa pengaruh minuman keras.

Saat dirinya ditanya oleh wartawan, "apa yang kamu pikirkan hingga kamu melakukan pemerkosaan itu"?
"Kebayang cewek cantik" ungkapnya.

Dan pelaku juga mengakui jika pembakaran itu sengaja dilakukan dirinya untuk menghilangkan jejak karena merasa ketakutan.

Pelaku mengaku menyesal dengan perbuatannya, dan iapun menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban dihadapan wartawan.(IB.Din)