KEMERDEKAAN GURU DAN SISWA
Cari Berita

Iklan 970x90px

KEMERDEKAAN GURU DAN SISWA

Monday, August 17, 2020


Oleh: Ibnu Hajar, M.Pd.

Kota Bima, Media Info Bima Online - Tanggal 17 Agustus lahun 1945 adalah hari dimana kita memproklamirkan
kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajahan.

Tepatnya tanggal, (17 Agustus tahun 2020) Indonesia memasuki 75 tahun kemerdekaanya tetapi sungguh sangat miris karena kita sama sekali tidak bisa merayakannya dengan gegap gempita serta di saat yang sema pendidikan kita lagi sedang "di ajah" dan sedang berjuang untuk "merdeka".

Julaarı gerierasi calon penerus bangsa lersandera di ruma'i mereka
sendiri tamna bisa kemane-mana mereka tidak bisa lagi ke sekolah dan bertemu dengan guru-guru mereka, bersedah atau dengan sahabat mereka, duduk di bangku kelas mereka, menulis di papan tulis kelas mereka, mendengarkan rasehat dan pelajaran guru mereka.

Demikian juga dengan jutaan pendicik atau guru di seluruh Indonesia, mereka
tidak bisa lagi bertemu langsung dengan anak didik mereka, berdiri di depan kelas mereka, menjelaskan materi palajaran mereka, mendidik atau menasehati anak didik mereka, menepuk pundak anak didik mereka, bertegur sana dengan anak didik
mereka.

Kebebasan atau kemerdekaan siswa dan guru kita ini lelah direnggul, bukan oleh penjajah tetapi oleh virus corcna.

Ironis virus corona atau lebih kita kenal dengan Covid-19 mulai di penghujung
tahun 2019 sehingga diberi nama Covic-19.

Covid-19 pertama kali ditemukan di Kota Wuhan China yang kemudian bermigrasi dan mewabah ke seluruh dunia.

Di Indonesia serdiri ditemukan kasus pertama pada bulan maret 2020 di Depo Jawa. Akibat dari penyebarannya yang cukup masiv tersebut nada akhirnya pada larıccal 11 Marel 2020 organisasi kesehatan dunia WHO menelapkan penyebaran Covid-19 sebagai pandemi.

Cara penularan Covid-19 adalah melalui tetesan air liur yang keluar dari hidung atau mulut kelika orang yang berinfeksi Covid-19 bersih atau baluk.

Tetesan itu kemudian mendarat di sebuah henda atau permukaan yang disenti orang sehat. Juga bisa menyebar ketika dihirup langsung oleh orang yang sehat ketika mereka berdekatan.

Cara penuleran Covd-19 inilah yang menyebabkan munculnya berbagai kebijakan di berbagai negara seperti kebijakan Lockaown di Wuhan-China, Italia, Malaysia dan beberapa Nagara lainnya.

Di Indonesia Pemerintah mengeluarkan kebijakan social distancing atau phyacal distancing (menjaga jarak) sehingga muaranya pada himbauan untuk sta home (berdiam diri di rumah).

Dalam rangka menindaklanjuti kebijakan tersebut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam masa darurat Penyeberan Corona virus disease (Covid-19) yang antara lain isinya meliturkan aktifitas belajar mengajar di sekolah, siswa melakukan Belajar Dari Rumah (BDR) melalui pembelajaran dalam jaringan (daring) serta membatalkan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2020.

Belajar dari rumah dengan melalui dalam jaringan atau Online (daring) adalah menjadi solusi ditengah penyebaran Covid-19 tatapi menyisahkan banyak kendala seperti tidak adanya fasilitas HP dan paket data internet karena tidak semua peserta didik berasal dari keluarga yang mampu serta dan tidak adanya jaringan intermet terutama pada daerah-daerah terpencil, tidak jarang mereka harus perjalanan yang cukup jauh dari rumahnya untuk mendapatkan sinyal atau jaringan internet.

Pada aspek yang lain pendidikan kita sedang berjuang untuk merdeka. Yaitu
merdeka dari sistem yang sebelumya belum memberikan kemerdekaan kepada guru dan siswa, Kementerian pendidikan dan kebudayaan telah meluncurkan program merdeka belajar. Program ini sempat hangat diperbincangkan karena ditengarai
telah menjadi mereka dagang milik PT.

Sekolah Cikal dan telah di daftarkan di
Kementerian Hukum dan HAM. Hal ini tentunya menjadi kekhawatiran para praktisi pendidikan.

Pada satu sisi kita sedang berjuang untuk merdeka tetapi pada sisi yang
lain kita malah terbelanggu. Apakah negara tidak dirugikan karena harus membayar royalti lari pemilik hak paten?

Terlepas dari dinamika yang mumcul dari polemik penggunaan istilah program tersebut. (Usman).