KSP Sehati Tolak Permintaan Rekomendasi Nasabah karena Masih Miliki Tunggakan Iyuran
Cari Berita

Iklan 970x90px

KSP Sehati Tolak Permintaan Rekomendasi Nasabah karena Masih Miliki Tunggakan Iyuran

Wednesday, August 12, 2020

KPK-STN Demo Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sehati Lantaran Tidak Memberikan Permintaan Rekomendasi oleh Nasabah
Dompu, Info Bima - Seorang nasabah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sehati atas nama ibu Sulastri ditolak permintaan rekomendasinya oleh pihak KSP Sehati Cabang Dompu, lantaran belum membayar tunggakan iyuran satu kali pada bulan Juli yang lalu.

Penolakan permohonan rekomendasi ini hingga direspon oleh Komite Pimpinan Kabupaten Serikat Tani Nasional (KPK-STN) Dompu, sampai melakukan aksi unjuk rasa pada Rabu, (12/8/20).

Dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan KPKSTN, mereka mendesak Polres Dompu untuk melakukan lidik, sidik, Penyidikan dan penyelidikan untuk KSP Sehati terkait dugaan kejahatan yang dilakukan dengan melawan hukum, karena telah menyimpan dan menghilangkan barang bukti BPKB Sepeda Motor Absolute Revo untuk membuktikan proses hukum di Polres Dompu.

Massa juga mendesak KSP Sehati yang beralamat di Kelurahan Bali Satu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, untuk memperlihatkan ijin penyimpanan berkas agunan nasabah, dan meminta untuk memperlihatkan kesepakatan perjanjian yang disepakati lewat akta notaris yang menghasilkan Sertifikat vidusial.

Surat rekomendasi yang diharapkan seorang ibu Sulastri ini sebagai persyaratan untuk alat bukti kepemilikan sepeda motor yang sah, lantaran sepeda motor milik Sulastri sebelumnya telah ditahan oleh pihak Kepolisian lewat razia dilakukan, dan polisi meminta kepada ibu ini untuk menunjukkan BPKB agar sepeda motor tersebut dapat dikembalikan.
Nurjaya Brain Manager KSP Sehati Cabang Dompu.
Nurjaya selaku Brain Manager KSP Sehati yang ditemui wartawan diruangan kerjannya pada Rabu siang menuturkan, dirinya mengaku akan memberikan rekomendasi yang diminta oleh nasabahnya namun harus melalui ketentuan. Nasabah harus membayarkan dulu tunggakan Iyuran satu kali yang ditunggak pada bulan Juli kemarin.

"Kita akan memberikan rekomendasi dengan harus membayar dulu iyuran yang ada. Kemarin kita sudah berikan kebijakan bagi para nasabah terkait masalah Covid selama 3 bulan (sampai bulan Juli), dan sekarang kita hanya minta angsuran satu kali saja sebenarnya", ungkapnya.

Terkait aksi demo yang dilakukan KPK-STN, Nurjaya menilai ini tidak koperatif dalam meminta rekomendasi darinya sebab, yang memiliki kontrak kerja adalah orang lain dan yang meminta rekomendasi ini adalah orang lain.

"Terkait dokumen penting di perusahaan kami, itu tidak bisa diwakili, seperti pengambilan BPKB,  permintaan rekomendasi, ini harus dilakukan oleh orang yang bersangkutan," Pungkasnya.

Lebih lanjut dikatakan Nurjaya, terkait aksi demo yang dilakukan dengan ngotot meminta rekomendasi, dirinya berharap agar yang bersangkutan juga ikut hadir disitu.

"Dari tuntutan mereka yang hadir itu tidak jelas. Mereka datang terkait penggelapan barang jaminan sepeda motor dengan nomor polisi yang tidak jelas. Motor Revo, Revo yang mana?" Dipertanyakan.(IB.Din)