Mari Kita Mengenal Lebih Dekat H. Syafrudin, Menyongsong Pemimpin Baru di Kabupaten Bima.
Cari Berita

Iklan 970x90px

Mari Kita Mengenal Lebih Dekat H. Syafrudin, Menyongsong Pemimpin Baru di Kabupaten Bima.

Tuesday, August 11, 2020

Foto : Drs. H. Syafrudin M. Nur, M. Pd.

Bima, Media Info Bima Online - Nama Drs. H. Syafrudin M. Nur, M. Pd, membawa embusan angin optimisme bagi masa depan Kabupaten Bima yang maju di masa depan. Siapa dan bagaimana pergulatan hidup beliau yang berhasil keluar dari himpitan kesulitan menjadi sukses di Bima? Beginilah kisah perjuangannya.

Kenyataan pahit yang beliau alami di kampung halamannya di Desa Bolo Sila mendorong semangatnya untuk maju. Masuk di Kota Bima dengan bekal jujur, berani, dan doa dari kedua orang tua dan sanak familinya.

Dengan Gelar Pendidikan yang beliau peroleh, (S2) Magister Pendidikan.

Di Bima, beliau pertama kali menjadi Pedagag, Dosen di Bima, Anggota DPRD 2 Periode dari (PAN), menjadi Wakil Bupati Kabupaten Bima, tahun 2010-2013 selama lebih dari 3 tahun 6 bulan, dan menjadi Bupati Kabupaten Bima, tahun 2013-2015, 1 tahun 6 Bulan, dan pernah menjadi Ketua Partai Nasdem Kabupaten Bima, sekarang menjadi penasehat Partai Nasdem di NTB. Itu awal mula beliau bisa sukses hidup di Bima yang serba keras dan menantang.

H. Syafru adalah salah satu putra Bima yang pernah mengisi daftar nama-nama putra daerah yang sukses mengisi panggung pembangunan bangsa dan negara di Pemerintahan Kabupaten Bima 2015 lalu.

Beliau juga melahirkan putra-putri yang sukses baik dalam bidang pendidikan maupun dunia usaha, Bisnis, serta Politik.

Putranya Rahmat Saputra juga adalah salah satu gerbong muda di Partai Nasdem Kota Bima sekarang menjadi Anggota DPRD Kota Bima periode 2019-2024, yang bermentor pada pentolan gerakan dari Ayahdanya H. Syafrudin secara kepartaian.
H. Syafru memohon ijin kepada semua Warga dan Masyarakat Kabupaten Bima untuk tampil kembali dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Bima 2020 bersama Ady Mahyudi, (SYAFA'AD), dengan mengusung Jargo "Perubahan".

Masukan, kritik, saran bahkan keberatan dari berbagai kalangan senantiasa diapresiasi sehingga debat politik pilkada tidak monoton dan stagnan, namun berbobot untuk serius menata pembangunan di Kabupaten Bima ke depannya.

Tetapi sebisa mungkin merangsang nalar satu sama lain agar kecerdasan Warga dan Masyarakat di Kabupaten Bima, makin tumbuh subur untuk kepentingan pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Bima. (Usman).