Pendukung SYAFA'AD Cenderung Lebih Loyal Dibanding IDP-Dahlan.
Cari Berita

Iklan 970x90px

Pendukung SYAFA'AD Cenderung Lebih Loyal Dibanding IDP-Dahlan.

Sunday, August 9, 2020

Bima, Media Info Bima Online - Di Kabupaten Bima, partisan politik lebih melihat figur atau ketokohon bakal calon dari pada partai politik. Fenomena ini telah menjadi gejela dan atau kebenaran umum pada pemilihan kepala daerah di berbagai tingkat.

Partisan politik merupakan pemilih (memiliki suara sah) yang menidentifikasi diri dalam memberikan dukungan politik. Baik secara terang-terangan (Masuk Tim sukses, Tim Pemenangan, Relawan, dan lain-lain) atau sembunyi-sembunyi (tidak masuk dalam Tim sukses, Tim Pemenangan, Relawan, dan lain-lain).

Indikator partisan politik dalam hal ini tidak hanya sebatas pada identifikasi diri dalam partai, namun karena keterpilihan, kesukaan dan kepercayaan terhadap tokoh menjadi indikator dalam mengidentifikasi diri sebagai partisan politik. Berangkat dari tesis tersebut, tulisan ini mencoba menguraikan secara khusus loyalitas partisan politik IDP-Dahlan dan SYADA'AD saat ini dalam menghadapi Pilkada Kabupaten Bima pada 9 Desember 2020 nanti.

Kecenderungan partisan SYAFA'AD lebih loyal dibandingkan IDP-Dahlan. Loyalitas partisan politik SYAFA'AD disebabkan. Pertama, tidak puas terhadap kinerja IDP-Dahlan. Banyak janji bohong dan atau janji yang tidak ditepati.

Kedua, cenderung partisan SYAFA'AD saat ini merupakan partisan politik IDP-Dahlan pada Pilkada di tahun 2015. Menreka membelot karena sakit hati, kecewa dan berbenturan kepentingan. Oleh sebab itu, mereka sangat benci dan tidak suka kepada IDP-Dahlan.

Ketiga, partisan SYAFA'AD lebih loyal karena tidak terlalu melakukan politik klientalisme. Dibandingkan IDP-Dahlan sebagai incumben/petahana yang cenderung mempraktikan klientalisme politik yaitu menukarkan dan menjanjikan berbagai sumber daya seperti uang, proyek, jabatan politik dan lain-lain untuk memperoleh dukungan dan mengikat partisan politiknya.

Praktik klientalisme politik cenderung memapar seluruh kandidat (termasuk SYAFA'AD, IMAN, juga H. Arfin dan Eka). Namun IDP-Dahlan cenderung lebih dominan, dan ini yang membuat partisan IDP-Dahlan tidak terlalu loyal dibandingkan partisan SYAFA'AD.

Jadi yang membuat pasangan SYAFA'AD Lebih unggul dibandingkan IDP-Dahlan ialah memiliki partisan yang lebih loyal. SYAFA'AD sangat sukses mengorganisasi kekecewaan, kebencian, dan ketidakpuasaan masyarakat terhadap petahana (IDP-Dahlan). Dan ini modal politik yang bagus. Tiga poin di atas merupakan beberapa poin hasil riset yang dikemas apik oleh Politika Institute.

Sabtu, 9 Agustus 2020
Hormat Zainul A Sukrin
(Direktur Politika Institute) (Usman).