DP3AP2KB Provinsi NTB Helat Pendampingan PFA
Cari Berita

Iklan 970x90px

DP3AP2KB Provinsi NTB Helat Pendampingan PFA

Thursday, September 17, 2020

 


Bima, Media Info Bima Online - Sebanyak 25 orang penggiat perempuan dan anak yang berdomisili di kabupaten Bima, Kota Bima dan Dompu Rabu (16/9) mengikuti Penguatan Kapasitas Hipnoterapi Pendamping Korban Kekerasan Perempuan dan Anak yang secara khusus membahas tema pertolongan pertama psikologis/Psychological First Aid (PFA). 

           


Kegiatan tersebut dihelat oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi NTB melalui Bidang Perlindungan Hak Perempuan di Aula Rumah Aman Anak Kabupaten Bima Desa Panda Palibelo.

           


Materi disajikan oleh Psikolog Pujiarohman M.Psi,  yang juga akademisi Universitas Mataram. Dikatakannya,  PFA merupakan pendekatan teoritis yang berdasarkan informasi untuk membantu anak-anak, remaja, orang dewasa, dan keluarga segera setelah bencana terjadi.

                  

Menurutnya, pendekatan ini dirancang untuk mengurangi tekanan awal yang disebabkan oleh trauma peristiwa. "Fungsi dari PFA ini adalah memberi pertolongan pada orang yang berada dalam kondisi tertekan dan tidak menyenangkan, dan baru saja mengalami kejadian yang sangat kritis dan mencekam". Terangnya

         


Dikatakan  Pujiarohman, "pertolongan pertama psikologis ini juga digunakan dengan anak-anak, remaja, orang tua, pengasuh, keluarga, dan orang dewasa terkena bencana atau teror. 

              

PFA ini bisa dilakukan oleh siapapun yang telah mendapatkan pelatihan atau sosialisasi termasuk masyarakat umum, yang dekat dengan orang yang membutuhkan dukungan.

     


Namun demikian lanjutnya, ada beberapa standar yang harus dipenuhi yaitu bantuan sesegera mungkin langsung pada orang yang memerlukan dukungan. Aspek lainnya yaitu penyediaan informasi akurat dan logis tentang situasi yang ada, bersikap jujur. 

                

"Pendamping juga perlu menyediakan dukungan emosional bagi orang yang memerlukan dukungan, fokus pada kemampuan korban dan memberikan perhatian yang non diskriminatif untuk semua". Urainya.



(Tim Komunikasi Publik Diskominfostik)