Merasa Dipecat Sepihak, Bendahara SD IT Al-Helmi Bakal Layangkan Gugatan Hukum
Cari Berita

Iklan 970x90px

Merasa Dipecat Sepihak, Bendahara SD IT Al-Helmi Bakal Layangkan Gugatan Hukum

Saturday, September 26, 2020

Dipecat Sepihak Oleh Yayasan Tempatnya Mengabdi, Bendahara ini Bakal Layangkan Gugatan Secara Hukum ke Pengadilan Hubungan Industrial (HI) Mataram.

Dompu, Infobima.Com - Bendahara SD IT Al-Hilmi Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, bakal layangkan gugatan secara hukum atas dugaan pemecatan secara sepihak dirinya oleh Yayasan As-Shaff (SD IT Al-Helmi Dompu).


Kepada sejumlah awak Media, Nilakanti, SE (Bendahara, red) yang dijumpai pada Sabtu (26/9/20) di Taman Kota mengungkapkan, bahwa pemecatan itu terjadi dilakukan secara tiba-tiba tanpa menjelaskan apa penyebabnya. "Saya dipecat secara pihak oleh yayasan As Shaf Dompu," ungkap Nilakanti, SE. 


Informasi pemecatan itu dikatakan   Nila, hanya disampaikan secara lisan oleh Kepala Yayasan Syamsul, S.Pd lewat pesan WhatsApp grup internal sekolah (SD IT Al-Hilmi) yang didalamnya beranggotakan Kepala Sekolah beserta jajaran guru sebanyak 60 orang. 


"Isi pesan WhatsApp itu, saya diperintahkan untuk istirahat dari jabatan dan memerintahkan untuk mengembalikan inventaris sekolah berupa leptop dan data lainnya yang berkaitan dengan tugas bendahara," ungkapnya. 


Yang membuktikan pemecatan itu juga, Nila mengaku dirinya sudah dikeluarkan dari data penerimaan gaji guru oleh pihak Yayasan, sejak Juni hingga sekarang. "Ini juga yang membuat saya heran" pungkasnya.


Tidak hanya itu tambah Nilakanti SE, sejak menerima pesan WhatsApp tersebut tiba-tiba gaji dirinya tidak dibayarkan sampai detik ini. "Ini juga yang membuat saya heran dan bingung," katanya.


Dengan demikian Nilakanti, SE, bakal melayangkan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial (HI) Mataram melalui Kuasa Hukum  Indi Suryadi, SH, guna mengembalikan nama baiknya yang sudah terlanjur tercoreng.


Namun sebelum gugatan itu diajukan ke Pengadilan Hubungan Industrial (HI) Mataram, lewat kuasa Hukum Nila, mereka terlebih dahulu mengajukan persoalan ini lewat Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Dompu pada selasa tanggal 22 September kemarin, dengan 18 poin yang diajukan.


Gugatan ini dilayangkan karena menurut Nila, namanya seseorang dipecat apabila ada kesalahan dan pelanggaran. Itu pun, harus juga ada surat resmi pemberitahuan dari pihak yayasan yang menjadi landasan dasar mengambil keputusan pemecatan tersebut. Namun sayangnya kata Dia, hal itu tidak pernah ada dan dilakukan oleh pihak yayasan setempat.

 "Ini sama halnya, tidak adil dan saya merasa dizolimi," Kata Nila. 


Sementara Kepala SD IT Al-Hilmi Yayasan As-Shaff Dompu Syamsul S.Pd, yang dikonfirmasi wartawan melalui via WhatsApp dengan menjawab pertanyaan wartawan. Ia mengatakan kepada wartawan  apakah ada SK pemecatan dikeluarkan Yayasan?. "Tanyakan ke dia (Nilakanti SE,red) adakah SK pemecatan," terangnya. 


Sampai berita ini diterbitkan Ketua Yayasan As-Shaff Dompu drh. Khairul Akbar M.Si, belum berhasil dimintai tanggapannya.(IB.Din)