Kakek Bejat Ini Kerap Cabuli Cucunya Berulang Kali
Cari Berita

Iklan 970x90px

Kakek Bejat Ini Kerap Cabuli Cucunya Berulang Kali

Monday, October 5, 2020

Kakak Bejat di Dompu Tega Cabuli Cucunya Sendiri


 Dompu, Infobima.com - Seorang gadis belia asal Desa Jala, Kecamatan Hu,u, Kabupaten Dompu NTB, beberkan tindakan bejat yang dilakukan kakeknya yang tega mencabuli dirinya hingga berulang kali dilakukan.


Cerita pilu itu diungkapkan remaja berila ini sebut saja Bunga 13 tahun (nama samaran). Dia tidak tahan dengan tindakan kakenya berinisial AS 62 tahun yang sering memaksa dirinya untuk melayani nafsu bejatnya itu saat kondisi rumah dalam keadaan sepih.


Seperti yang dikisahkan Bunga, pada sekitar maret 2019  sekitar pukul 14.30 wita sepulangnya dari sekolah. Kala itu ia sedang tidur siang, tiba tiba tersadar (bangun dari tidur) karena merasakan ada remasan dan raba'an dibagian payudara dan alat kelaminnya, hal lain yang membuat Bunga terkejut kala mengetahui tangannya dalam keadaan terikat menggunakan tali serta melihat AS berdiri disisinya dalam keadaan telanjang. 


Mengetahui hal itu Bunga berusaha berontak namun ia tak berdaya karena tangannya sudah "dilumpuhkan", ditambah pula dengan ancaman dari AS "akan membunuhnya jika ia berteriak dan menceritakan pada orang lain". Karena ancaman itu Bunga merasa takut dan pasrah sembari menangis dengan pelan.


Ketidakberdayaan dan rasa takut Bunga dimanfaatkan AS untuk melampiaskan nafsu birahinya yang tak terbendung saat itu, AS sedikitpun tak menggubris dan merasa iba atas isak tangis Bunga yang merasa takut dan kesakitan, AS terus saja melancarkan aksi bejatnya menyetubuhi Bunga yang saat itu masih duduk di bangku kelas VI Sekolah Dasar.


Sejak saat itu Bunga terus dimanfaatkan oleh AS, tindakan itu kini serasa mulus dilakukan karena AS tidak lagi melakukan dengan cara diikat, cukup dengan ancaman akan dibunuh saja bunga langsung nunduk.


Tak tahan dengan perlakuan AS yang kerap mengulang perbuatannya, sehingga Bunga menceritakan hal tersebut kepada bibinya (astuti) dan neneknya (syamsiah). 


Awalnya, Bibi dan Nenek Korban tidak percaya dengan cerita bunga, mereka malah minta kepada bunga agar tidak lagi ngomong seperti itu karena takut akan menimbulkan fitnah.


Seiring berjalannya waktu, cerita tersebut rupanya terendus oleh pihak keluarga dari ibunya Bunga, kemudian mereka menanyakan ke Astuti dan Syamsiah. Keduanya membenarkan bahwa Bunga pernah cerita hal itu, selanjutnya pihak keluarga menanyakan ke Bunga lalu korban membeberkan ihwal bejat sang kakek yang sudah menyetubuhinya berulang kali dan bahkan sudah tak ingat berapa kali.


Mengetahui hal tersebut pihak keluarga melaporkan ke Mapolres Dompu, merespon laporan pihak keluarga korban, Kasat Reskrim Polres Dompu Iptu Ivan Roland Cristofel STK memerintahkan kepada penyidik segera memeriksa saksi saksi. Setelah tercukupinya bukti dari hasil pemeriksaan saksi termasuk saksi korban, selanjutnya AS ditangkap di rumahnya dan saat ini diamankan di Polres Dompu seraya menunggu pembuktian lebih lanjut dari hasil penyidikan.


Atas perbuatan yang dipersangkakan kepadanya, AS dijerat dengan pasal 76D jo pasal 81 ayat (1) dan (2) dan atau Pasal 76E jo Pasal 82 (1) UURI No.23 tahun 2002.tentang perlindungan anak dengan ncaman hukuman 15 tahun Penjara dan denda Rp.1.000.000.000 (satu miliar rupiah).


Sekedar diketahui Bunga merupakan anak satu satunya dari pasangan Zulkarnain dan Putri Ramadhan namun keduanya bercerai saat bunga berusia satu tahun. Pasca perceraian itu Putri Ramadhan memutuskan untuk bekerja ke luar negeri sebagai TKW dan Bunga tinggal bersama orang tua dari ibunya. Saat Bunga berusia sekitar 9 tahun bapaknya mengambil Bunga untuk di asuh oleh orang tuanya (Syamsiah) yang  telah menikah dengan AS. AS merupakan suami ke dua dari Syamsiah, maka AS adalah bapak tirinya Zulkarnain dan atau kakek tirinya.(Din)