IDP DAHLAN TERBUKTI RAPOT MERAH GAGAL MEMBANGUN KAB BIMA 5 TAHUN.
Cari Berita

Iklan 970x90px

IDP DAHLAN TERBUKTI RAPOT MERAH GAGAL MEMBANGUN KAB BIMA 5 TAHUN.

Friday, November 13, 2020

Oleh : Fen Aktivis Militan PAN 


(Sahabat Drajad Wibowo)


Bima, Media Info Bima Online - Dinasti politik tak pernah berakhir baik. Selain menyuburkan praktik nepotisme, itu juga rentan melahirkan perkara lebih besar di masyarakat Kab Bima. kekuasaan harus dicapai dan dipertahankan, meski harus membuang bab etika ke tong sampah. Jika IDP DAHLAN itu masih berkuasa maka rakyat Bima akan menjadi penonton yang tidak memiliki kepentingan melainkan kepentingan asing dan Kapitalisme maupun borzuisme.



Barangkali masyarakat Bima akan tertawa melihat cara pemimpin mempertahankan kekuasaannya yang selalu diktator dan otoriter  rupanya masih abadi hingga sekarang. Ia dilanggengkan lewat dinasti politik, nepotisme jabatan, tukar guling, dan bagi-bagi kue kepada para renteniNya. Bahkan IDP-Dahlan memperalat seluruh kepala Sekolah SD SMP maupun Kepala Desa dan Camat demi mencapai Kemenangan 9 Desember 2020. Itulah permainan politik kekuasaan diansti yang tidak memiliki niat baik. Malah menjadikan masyarakat sebagai konsumen Patung di Pantai Wane Kecamatan Monta Kabupaten Bima. 


Saya menilai politik kekuasaan dinasti selama ini kurang menarik bagi masyarakat Kab Bima  lantaran ada kebijakan otonomi daerah yang melahirkan demokratisasi di tingkat lokal, di mana pemimpin daerah dipimpin langsung oleh yang bukan asli Bima. Masalahnya, tingginya ongkos politik dan besarnya “keuntungan” yang diperoleh jika menjadi kepala daerah, akhirnya membuat angan-angan demokrasi daerah itu berbelok. Kini, mereka yang duduk sebagai kepala daerah tak bisa dilepaskan dari para pejabat petahana, atau dinasti politik yang sudah ada sebelumnya artinya IDP-DAHLAN ini sudah tidak lagi memperhatikan masyarakat Bima .


Oleh karna itu, masyarakat Bima membutuhkan pemimpin yang sederhana dan selalu Mencerahkan dan selalu PERUBAHAN masyarakat Bima tidak butuh BIMA RAMAH yang penuh dengan kebohongan dan kezholiman maupun kemungkaran selama 5 tahun hanya keluar daerah maupun kemancanegara Tampa ada hasilnya.


Masyarakat Bima hanya memilih pemimpin yang jiwa Kesederhanaan dan merakyat siapakah mereka yaitu SYAFA'AD Menebarkan Kebaikan Mencerahkan Umat Perubahan. Selama ini masyarakat merindukan sosok pemimpin yang lahir dari Putra Bima Asli bukan pemimpin yang lahir dari impor daerah lain yang menumpang alamat palsu saja untuk merampok hak-hak hidup dan hak-hak hajat orang banyak dan hak hajat umat Kabupaten Bima.


"SALAM PERUBAHAN"