Kurikulum di Era Digital Adalah Sebuah Inovasi Untuk Menghadapi Era Distruptif.
Cari Berita

Iklan 970x90px

Kurikulum di Era Digital Adalah Sebuah Inovasi Untuk Menghadapi Era Distruptif.

Monday, November 2, 2020

Penulis : ALWI HILIR S.kom.M.Pd CEO Rumah Inspiratif Indonesia.


Media Info Bima Online - Kurikulum memiliki posisi yang strategis dalam pembangunan pendidikan di Indonesia, karena fungsinya untuk mengkonstruksi kompetensi dan substansi ilmu pengetahuan yang harus dimiliki oleh masyarakat Indonesia. 


Pembangunan yang perkelanjutan (sustainability development) syarat dengan kebutuhan SDM yang kompeten baik secara intelektual, kemampuan aplikatif maupun sikap yang mencerminkan karakteristik budaya Indonesia dan tuntutan zaman. Kurikulum sebagai sarana untuk mewujudkan SDM yang handal tersebut baik secara ide, desain dan implementasinya.


Dalam perkembangannya, kurikulum harus bersinergi dengan kondisi dan perkembangan masyarakat dan ilmu pengetahuan. Saat ini kita sudah masuk pad era digital, yaitu pemanfaatan teknologi teknologi informasi komunikas khususnya digital yang sudah merambah pada semua segi kehidupan termasu pada bidang pendidikan.


Derasnya teknologi informasi dan komunikasi digita telah mengubah tataran kehidupan bahkan dianggap sebagai penggangu

(disruption). Era disruptif diartikan sebagai masa di mana bermunculan banya sekali inovasi – inovasi yang tidak terlihat, tidak disadari oleh organisasi mapan sehingga mengganggu jalannya aktivitas tatanan sistem lama atau bahkan menghancurkan sistem lama tersebut.


Bagaimana dengan pendidikan apakah disruptif juga mempengaruhi pendidikan?. Fenomena yang terjadi di dunia usaha saat ini sudah banyak yang tidak mempersyaratkan ijasah ketika menerima pegawainya. Perusahaan tersebut hanya membutuhkan kompetensi sehingga uji kompetensi merupakan tahapan penting. 


Dampaknya, banyak perguruan tinggi dan sekolah yang dikenal di dunia saat ini mulai goyang dan tidak sedikit tutup, dikutip dari Kavin Carey (2015) dalam bukunya “The End of College”. Yang berkembang pesat saat ini justru lembaga-lembaga pendidikan nonformal seperti lembaga kursus yang secara nyata memberikan kompetensi kepada peserta didiknya. Neil Postman (2005) dalam bukunya “The End of Education” telah lama mengingatkan bahwa matinya pendidikan karena pengelolaan pendidikan kehilangan arah, yang terlihat hanya orang sibuk mengurus pendidikan yang tidak terarah. 


Arah pendidikan tentu saja menjadi focus perhatian dari bidang kurikulum, apakah kurikulum kedepan sudah mengantisipasi dan mengakomodasi era disurtif tersebut, sehingga pada gilirannya akan melahirkan SDM yang kompetitif.


Tulisan ini mencoba memberikan alternatif jawaban terhadap hal tersebut melalui pemikiran-pemikiran para ahli bidang kurikulum yang memberikan analisis perspektif kurikulum dalam menghadapi era digital dan era disurtif tersebut. 


Semoga tulisan memberikan manfaat dalam menambah wawasan dan sebagai bahan masukkan bagi pengambilan keputusan. (Usman).