LGPKMK Lapokan Dugaan Penyelewengan Dana Pembangunan Rumah Ibadah di Desa Dorokobo
Cari Berita

Iklan 970x90px

LGPKMK Lapokan Dugaan Penyelewengan Dana Pembangunan Rumah Ibadah di Desa Dorokobo

Saturday, November 7, 2020

 

Lembaga Gabungan Pemuda Kempo Manggelewa dan Kilo (LGPKMK) Laporkan Dugaan Penyelewengan Dana Pembangunan Rumah Ibadah di Desa Dorokobo.


Dompu, Infobima.com - Lembaga Gabungan Pemuda Kempo, Manggelewa dan Kilo (LGPKMK) Kabupaten Dompu. Mengadukan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Dompu, terkait dugaan penyelewengan dana pembangunan Masjid Al-Muhajirin dan Pura Banjar Nusa Sari yang ada di Desa Dorokobo. Penyelewengan itu diduga dilakukan secara berjamaah oleh oknum yang serakah. Selasa 3 November 2020 kemari.


Dugaan penyelewengan Dana untuk pembangunan rumah ibadah itu, telah menyeret beberapa nama yang segera akan dipanggil oleh pihak Kejaksaan Negeri Dompu untuk dimintai keterangan. Diantaranya pengurus masjid dan seorang oknum Kepala Desa.


Dalam lampiran surat pengaduan yang ditujukan Kepada Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Dompu berbunyi.


"Sehubungan dengan adanya fakta dan informasi yang berkembang ditengah masyarakat Desa Dorokobo yang terletak di Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu, Provinsi NTB. Kami warga masyarakat Desa Dorokobo menyampaikan pengaduan tentang.

- Penyimpangan dan penyelewengan dana dari Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu sebesar 1.00.000.000 (Seratus Juta Rupiah) melalui nomor rekening 0180100xxxx Bank NTB Syariah atas nama Masjid Al-Muhajirin.

-Penyimpangan dan Penyelewengan dana swadaya masyarakat sebesar Rp. 47.000.000 (Empat puluh tujuh juta rupiah) yang disimpan dalam rekening pribadi atas nama inisial AHI.

- Penyimpangan dan penyelewengan dana Pura Banjar Nusa Sari sebesar Rp. 50.000.000 (Lima Puluh Juta Rupiah) yang bersumber dari Pemerintah Kabupaten Dompu.


Indikasi penyelewengan Dana Keuangan Masjid Al-Muhajirin dan Pura Banjar Nusa Sari diduga kuat dilakukan secara berjamaah oleh pengurus Masjid (BKM), panitia pembangunan Masjid Al-Muhajirin dan Kepala Desa Dorokobo.

Kasi Intel Kejari Dompu Indra, SH


Kepala Kejaksaan Negeri Dompu, melalui Kasi Intel Indra, SH yang ditemui membenarkan adanya pengaduan tersebut, bahwa terdapat beberapa orang pemuda yang menemui dirinya pada tanggal 3 November kemari guna mengadukan tentang dugaan penyimpangan dan penyalahgunaan dana pembangunan masjid tersebut.


"Mereka datang untuk menyampaikan pengaduan tentang penyimpangan dan penyalahgunaan dana pembangunan Masjidasjid dan Pura, tapi mereka cuma menceritakan tentang kronologis apa yang terjadi, sampai terakhir mereka menceritakan tentang hasil rapatnya pada hari Jumat lalu dilakukan di dalam masjid itu" Pungkasnya.


Dari hasil laporan pengaduan itu Kepala Kejaksaan Negeri Dompu Mei Abeto H. SH, MH, langsung merespon dan mengeluarkan surat perintah untuk pengumpulan Barang Bukti (BB) dan keterangan.


"Tadi ada empat orang warga yang sudah kami periksa, mereka yang hadir pada saat rapat di Masjid Al-Muhajirin. Yang mana pada saat rapat itu membahas tentang uang pembangunan Masjid yang bersumber dari bantuan pemerintah kabupaten Dompu sebesar Rp 100 juta dan sumbangan swadaya masyarakat sebesar 47 juta yang dimasukan dalam dua rekening. Artinya yang memberikan keterangan saat itu adalah panitia masjid dan Kepala Desa" ungkap Indra.


Indra menambahkan, jika dirinya segera akan melayangkan surat panggilan untuk panitia pengurus masjid dan Kepala Desa Dorokobo untuk dimintai keterangan.

"Hari Senin besok kita undang mereka, kita akan layangkan panggilan" Pungkasnya.(Din)