Muttakun Apresiasi KMD Menyuarakan Anti Ilegal Logging
Cari Berita

Iklan 970x90px

Muttakun Apresiasi KMD Menyuarakan Anti Ilegal Logging

Monday, November 2, 2020

Ketua Komisi satu DPRD Kabupaten Dompu Ir. Muttakun Memberikan Semangat untuk Melawan Pelaku Pengerusakan Hutan di Dompu


 Dompu, Infobima.com - Ketua Komisi satu DPRD Kabupaten Dompu Ir. Muttakun mengapresiasi terhadap Kesatuan Masyarakat Dompu (KMD) yang telah menyuarakan tentang anti ilegal logging dalam aksi demonstrasi penolakan UU Omnibus Law didepan Gedung DPRD Dompu pada Senin (2/11/20).


Menurut Muttakun, KMD patut diberikan apresiasi karena mereka telah memikirkan untuk generasi masyarakat Dompu dimasa yang akan datang.


"Teman-teman dari KMD jangan ragu terhadap dukungan DPRD Kabupaten Dompu, tentu saja saya memberikan atensi khusus terhadap KMD yang sudah mulai menyuarakan tentang kerusakan hutan. Nanti akan ada apresiasi dari kami atas dukungannya. Ketika KMD sudah menyuarakan pentingnya penyelamatan hutan dalam kondisi kerusakan hutan yang masif di dompu, maka kami menyampaikan terima kasih disertai penghargaan kepada KMD. Kami yakin ketika KMD bersuara tidak akan ada lagi oknum-oknum kerusakan hutan yang akan menyengsarakan generasi saat ini dan masa mendatang" pungkasnya.


Kepada para massa aksi, Muttakun yang mewakili 29 orang anggota DPRD lannya menyerahkan kekuasaan kepada KMD untuk benar-benar mengamankan sisa hutan yang ada di Kabupaten Dompu.


"Jika ada orang yang melakukan blokir jalan untuk menyelamatkan pelaku pengerusakan hutan, mari saya bersama adik-adik untuk turun ke lapangan dan melawan orang-orang yang membela pelaku pengerusakan hutan itu". Tegasnya.


Sebelumnya massa dari KMD melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Dompu. Selain mereka menyuarakan tentang penolakan UU Omnibus Law, disamping itu mereka juga menyuarakan untuk Melestarikan kembali hutan yang sudah gundul dan melindungi kawasan hutan dari pelaku pengerusakan hutan. Mereka juga meminta pihak DPRD agar mendorong BKPH supaya menindak tegas terhadap pelaku pembabatan hutan di kawasan hutan lindung.(Din)