PAPAN PUTIH & DUKA PETANI GARAM
Cari Berita

Iklan 970x90px

PAPAN PUTIH & DUKA PETANI GARAM

Sunday, November 15, 2020

Bima, Media Info Bima Online - KENAPA GARAM menjadi salah satu perhatian penting PAPAN PUTIH? sebab Paslon (SYAFA'AD) mengamanatkan PAPAN PUTIH agar PROGRAM KERJA lima tahun kedepan untuk PETANI GARAM harus disampaikan kepada warga Kabupaten Bima.

PAPAN PUTIH menjelaskan bahwa GARAM termasuk komoditi unggulan daerah yang sangat potensial untuk kembangkan, luas area lahan tambak 4.620 ha, tersebar di enam kecamatan (BOLO, WOHA, PALIBELO, LAMBU, MONTA dan LANGGUDU). Bayangkan dari luas area tersebut yg maksimal di manfaatkan baru 1.743.ha, sementara 2.876 ha masih terlantar.


Apa yang diuraikan oleh PAPAN PUTIH tentang MASALAH GARAM sama juga dengan masalah PUPUK semua di uraikan dengan jelas, ringkas dan dgn bahasa yang mudah di pahami oleh Masyarakat Kabupaten Bima.


PAPAN PUTIH menjelaskan masalah GARAM bukan saja masalah HARGA MURAH tetapi juga masalah KUALITAS GARAMnya dan regulasi yang mengaturnya.


Apa yang harus di lakukan untuk mengatasi DUA masalah akut tahunan PETANI GARAM tersebut? PAPAN PUTIH menjelaskan :

Pertama, MASALAH HARGA MURAH.


Jika harga garam murah, gunakan sistem manajemen resi gudang, melalui sistem resi gudang, petani garam dapat menyimpan hasil panennya ketika harga rendah, untuk kemudian dijual pada saat harga tinggi. caranya, PERUSDA masuk sebagai INTI (BAPAK ANGKAT PETANI) dan DAERAH menyiapkan SKEMA penanganan MODAL BERSAMA dgn MULTIpihak, terutama lembaga Per-BANK-kan & para pelaku INDUSTRI garam Nasional.

Kedua, MASALAH KUALITAS GARAM.


Masalah kualitas garam akan tertangani jika sistem budidaya dan tata kelola tambaknya diperbaharui, dalam hal ini, PASANGAN (SYAFA'AD) punya solusi, moderenisasi sistem budidaya garam dari pola tradisional - Konvensional ke sistem moderenisasi budidaya, #caranya, integrasi lahan dengan menerapkan teknologi Geoisolator atau pemasangan plastik pelapis tanah SECARA keseluruhan serta revitalisasi tambak.


PAPAN PUTIH memberi keyakinan kepada warga, jika pemerintah mau menerapkan 2 langkah strategis tersebut, Masalah harga dan kualitas garam yg rendah dapat di kendlikan, Pertanyaanya? apakah Pemerintah mau dan tau untuk melakukan itu  atau Pemerintah memang tidak tau dan tidak mau tau untuk melakukan itu?? 

Ketika warga mendengar penjelasan PAPAN PUTIH, mereka tertegun dan terkesima, sambil bercanda PAPAN PUTIH bertanya pada Warga TAROAAAAAA RE dengan kompak warga berteriak TAROOOOOOAAAAAA!


SYAFAAD lebih baik

PETANI GARAM bersama SYAFAAD

JANGAN biarkan BIMA mundur lagi. (Usman).