Patut Diapresiasi: Guru dan Siswa SMKN 2 Dompu Selalu Ciptakan Inovasi Baru
Cari Berita

Iklan 970x90px

Patut Diapresiasi: Guru dan Siswa SMKN 2 Dompu Selalu Ciptakan Inovasi Baru

Monday, November 2, 2020

 

Guru dan Siswa SMKN 2 Dompu Ciptakan Teknologi  Tepat Guna (TTG), dan Membuat Teknologi Digunakan Untuk Memutus Rantai Penularan Covid-19


Dompu, Infobima.com - Tak ingin ikut larut pada kesusahan  akibat bencana non alam berupa Pandemi Virus Corona, SMKN 2 Dompu justru terus melakukan sejumlah terobosan dalam rangka menunjukkan kualitas Pendidikan yang dicapai di Sekolah.


Pandemi Covid 19 tidak menghalangi antusiasme Guru beserta peserta didik di SMKN 2 Dompu untuk terus menyalurkan sejumlah inovasi dalam bentuk Teknologi Tepat Guna (TTG). Tidak hanya itu, Siswa dan Guru bahkan membuat Teknologi yang dapat digunakan untuk memutus rantai Penularan Covid 19.


Pencuci Tangan Otomatis Hingga Mobil anti Kecelakaan


Contohnya, Alat Pencuci tangan Otomatis yang dibuat oleh Siswa SMKN 2 Dompu Jurusan Teknik Elektronika Industri (TEI) ini. Alat ini memudahkan orang yang mencuci tangan tanpa harus menyentuh keran maupun tempat sabun yang kemungkinan juga dapat memicu penularan Virus Corona.

 


“jadi kita hanya tinggal menadahkan tangan dibawah keran, maka air akan keluar sendiri. Begitu pula dengan sabun. Ada keran khususnya, tinggal tadahkan tangan, sabunnya akan keluar”, kata Nurwahyudi, ST Guru pembimbing dalam Project TTG tersebut kepada kepada wartawan Senin, (26/10) lalu di Sekolah tempatnya mengajar itu.


Saat ini alat tersebut Kata Wahyu tengah dimanfaatkan oleh seluruh Warga Sekolah SMKN 2 Dompu untuk mencuci tangan dalam masa simulasi belajar Tatap Muka di Sekolah.


Selain itu, TEI juga berhasil membuat Mobil mini Anti Kecelakaan. Kecanggihan mobil ini karena dapat menghindari tabrakan dengan memanfaatkan Sensor Ultra Sonik yang terpasang di bagian depan mobil tersebut.

“harapan kami jika teknologi ini diaplikasikan pada mobil yang sesungguhnya, maka angka kecelakaan Lalu Lintas  akibat tabrakan dapat diminimalisir”, harap Nurwahyudi. 

 


Namun saat ini, kata Wahyu Prototype Mobil tersebut sedang dikembangkan menjadi Mobil Penyemprot disinfectan otomatis. 


"awalnya kami berpikir bahwa mobil yang mampu menghindari tabrakan ini akan dikembangkan menjadi mobil robot penyemprot disinfectan. Sekarang baru prototypenya saja", tambahnya. 


Tak berhenti disitu, Jurusan TEI juga saat ini tengah mengembangkan peralatan Absensi menggunakan Kartu Digital seperti e-KTP. “saat ini Siswa bersama guru Pembimbingnya tengah membuat Absensi Sekolah menggunakan kartu digital yang nantinya akan diintegrasikan dengan Kartu Pelajar para siswa”, ungkap Nurwahyudi.


Pagar Listrik Untuk Petani Jagung


Di jurusan lain seperti Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), telah selesai membuat peralatan yang selama ini ditunggu oleh para Petani Jagung di Dompu. 

 


Ketua Jurusan TITL Mulyadi, ST menjelaskan bahwa di Kabupaten Dompu dalam satu tahun terdapat rata-rata 9 kasus kematian akibat tersengat pagar listrik yang dibuat sendiri oleh para Petani Jagung untuk menghalau hama Babi dan Monyet.


“ini terjadi karena tenaga listrik yang digunakan bersumber dari Genset yang dapat membunuh tidak hanya Babi tetapi juga manusia sendiri”, jelas Mulyadi pada kesempatan terpisah Senin, (26/10) pekan lalu.

 


Dengan alat ini lanjutnya lebih rinci, sengatan listrik yang dihasilkan cukup besar sehingga menakuti binatang pengganggu tanaman jagung, namun tidak membunuh karena sumber listrik yang digunakan adalah dari Aki Sepeda Motor.


“Listrik dari Aki motor itu kita naikkan menjadi sekian ribu volt sehingga memberi efek kejut pada binatang pengganggu namun tidak membunuh manusia”, katanya.


Di jurusan ini pula, tengah dibuat TTG yang tidak kalah menariknya yaitu Alat yang dapat diterapkan pada instalasi Listrik rumah. Alat tersebut nantinya diharapkan dapat menghidupkan dan mematikan Lampu-lampu maupun peralatan listrik di rumah hanya dengan Misscall via Telepon Seluler.


“alat ini diharapkan dapat memudahkan orang mengontrol lampu maupun peralatan listrik lainnya di rumah meskipun pemiliknya berada jauh dari rumah bahkan di luar kota sekali pun”, demikian jelas Fauzi Akbar, A.MD guru pembimbing pada project tersebut. 


Sebelumnya jurusan ini juga telah melaksanakan demonstasi alat Simulasi yang menunjukkan kemampuan siswa dalam merancang Sistem Lampu Lalu Lintas berbasis komputer di Dinas Perhubungan Dompu beberapa waktu lalu. 


Produk Las Disukai Pasar


Seakan tidak mau kalah dengan Jurusan lainnya di SMKN 2 Dompu, Jurusan Teknik Pengelasan (TP) juga saat ini terus menghasilkan sejumlah produk-produk unggulan seperti Alat Pemanggang, Rak penyimpan Pot Bunga, dan barang-barang dari besi lainnya.

Produk-produk yang dihasilkan oleh Jurusan Pengelasan ini cukup laris dipasaran. Terbukti saat ini telah ada Toko yang bersedia menjual produk-produk berbahan dasar besi buatan SMKN 2 Dompu ini.

 


Dalam menjalin kerja sama ini, berdasarkan pantauan langsung media Infobima.com Jum’at, (23/10) pekan lalu, Kepala Sekolah Dra. Siti Jubaidah bersama Ketua Jurusan TP Awaluddin, ST menanda tangani Nota Perjanjian Kerjasama (MOU) dengan Pihak Toko UD. Mitra Dompu.


UD. Mitra Dompu bersedia menyuplai bahan untuk membuat produk seperti Rak Bunga, dan produk lainnya. Nantinya UD. Mitra Dompu juga yang akan menjual produk-produk unggulan tersebut langsung ke Konsumen.


Pemilik Toko UD. Mitra Dompu Rovan Liem, usai menanda tangani MOU tersebut mengaku sangat antusias karena mengetahui Produk Buatan SMKN 2 Dompu cukup diminati di Pasar, dan memiliki kualitas yang baik. 


“Saya senang bisa bekerjasama dengan SMKN 2 Dompu, kami siap menyuplai bahan lalu produknya kami pasarkan”, tutur Liem.


Sementara itu, Ketua Jurusan TP Awaluddin, ST mengungkapkan bahwa Pihak Toko Mitra Dompu sempat ditunjukkan berbagai Produk yang sudah dihasilkan jurusannya. Pihak UD. Mitra Dompu juga, kata Awaluddin, sudah meninjau langsung dan tertarik untuk bekerja sama dalam pemasarannya.


“kebetulan kami sudah kenal lama, lalu saya coba tunjukkan produk Las dari SMKN 2 Dompu. Setelah saya ajak melihat langsung, dia lalu bersedia bekerjasama untuk memasarkannya”, kata Awaluddin. 


Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMKN 2 Dompu Moh, Diaula Akbar, ST Kepada Wartawan menyebutkan metode pengajaran yang diterapkan kepada Siswa yang lebih memprioritaskan Praktek dari pada Teori semata memang memungkinkan para siswa untuk mengasah kemampuan inovasi dan imajinasinya sehingga  dapat membuat teknologi yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.


Disamping itu, Kata Guru yang juga akrab dipanggil Dae Dian ini menyebutkan Kepala Sekolah cukup memberi ruang serta mendukung inovasi-inovasi baru dari Guru maupun Siswa di SMKN 2 Dompu.


“di SMK, kami dituntut harus memperbanyak praktek dari pada Teori agar kemampuan inovasi siswa dapat di asah dengan lebih baik”, jelas Wakasek yang juga telah lulus Tes kompetensi sebagai Calon Kepala Sekolah ini.


Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 2 Dompu Dra. Siti Jubaidah membenarkan bahwa justru di masa Pandemi Covid 19 saat ini sekolahnya kian tampil sebagai pembawa solusi bagi masyarakat. 


Sikap ini menurutnya ditunjukkan dengan menghasilkan berbagai produk TTG yang bisa memecahkan masalah seperti alat cuci tangan otomatis yang bisa menghindari penularan Virus Corona, Mobil anti Tabrakan, Pagar Listrik dan sebagainya yang saat ini tidak berhenti untuk dikembangkan.  


“kami bertekat akan terus menghasilkan inovasi-inovasi baru. Di 6 jurusan yang kami miliki tanpa kecuali. Dengan demikian kami dapat menampilkan kualitas Pendidikan yang kami sedang upayakan saat ini”, kata Siti Jubaidah pada media ini Senin, (26/10) lalu usai menerima Tim Pengawas Evaluasi Kinerja (Evakin) Kepsek di sekolahnya.


Kepala Sekolah menerangkan bahwa SMKN 2 Dompu saat ini memiliki 6 Jurusan yakni Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Jurusan Teknik Pendingin dan Tata Udara, Jurusan Desain Grafika, Jurusan Teknik Pengelasan, Jurusan Teknik Audio Video, dan Jurusan Teknik Elektronika Industri.


“Siswa di semua jurusan yang ada kata Siti Jubaidah, dididik oleh tenaga pendidik dan kependidikan yang cukup mumpuni di bidangnya masing-masing”, tandasnya.(Tim)