Proyek Sumur JIAT di Dompu Diduga Bermasalah, ICACI Desak Polres dan Polda NTB Usut Tuntas
Cari Berita

Iklan 970x90px

Proyek Sumur JIAT di Dompu Diduga Bermasalah, ICACI Desak Polres dan Polda NTB Usut Tuntas

Minggu, 09 Agustus 2026

 


DOMPU, INFOBIMA — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Independent Commission Against Corruption Indonesia (ICACI) Kabupaten Dompu mendesak Polres Dompu dan Polda NTB segera mengusut dugaan persoalan dalam pelaksanaan proyek Sumur JIAT (Jaringan Irigasi Air Tanah) yang tersebar di sejumlah titik di Kabupaten Dompu.


Ketua DPC ICACI Dompu, Dimas Satria Pratama, mengatakan pihaknya menemukan dugaan ketidaksesuaian antara informasi yang tercantum dalam papan proyek dengan kondisi di lapangan, salah satunya di Desa Mumbu, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu.


“Dalam papan informasi disebutkan kapasitas sumur mencapai 15 liter per detik dengan cakupan sekitar 14,49 hektare. Namun berdasarkan keterangan petani, sumur tersebut hanya mampu mengairi sekitar 25 are lahan. Ini perlu diuji dan dibuktikan melalui pemeriksaan teknis,” ujar Dimas.


Selain persoalan kapasitas dan cakupan layanan, ICACI juga menyoroti dugaan ketidaksesuaian kedalaman pengeboran dengan spesifikasi pekerjaan yang telah ditetapkan.


Atas temuan tersebut, ICACI meminta aparat penegak hukum memeriksa secara menyeluruh dokumen kontrak, Rencana Anggaran Biaya (RAB), spesifikasi teknis, kedalaman aktual sumur, debit air, serta hasil pekerjaan di lapangan.


“Kami meminta aparat tidak hanya memeriksa satu titik. Seluruh proyek JIAT di Kabupaten Dompu perlu diaudit untuk memastikan tidak ada pola penyimpangan yang sama,” tegasnya.


Dimas juga meminta aparat penegak hukum menelusuri seluruh tahapan proyek, mulai dari proses perencanaan, pengawasan hingga pelaksanaan. Pemeriksaan, kata dia, juga perlu mencakup pihak-pihak terkait pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I serta kontraktor atau pihak ketiga yang mengerjakan proyek tersebut.


“Kami tidak sedang menghakimi pihak tertentu. Kami meminta semua dugaan ini dibuktikan melalui audit dan investigasi. Jika sesuai, silakan dibuktikan sesuai spesifikasi. Tetapi jika ditemukan pelanggaran atau kerugian negara, harus ada pertanggungjawaban hukum,” katanya.


Menurut ICACI, setiap proyek yang menggunakan anggaran negara harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani yang menjadi penerima manfaat pembangunan JIAT.


“Jangan sampai proyek JIAT hanya menjadi monumen proyek. Secara fisik ada, tetapi manfaatnya tidak maksimal bagi petani,” tutup Dimas.


DPC ICACI Kabupaten Dompu selanjutnya meminta Polres Dompu dan Polda NTB segera melakukan audit teknis, pemeriksaan pekerjaan, serta investigasi secara menyeluruh terhadap proyek Sumur JIAT yang tersebar di wilayah Kabupaten Dompu.(D)