Oknum Pendiri Yayasan di Dompu Cabuli Siswa, Warga Minta Dicopot Saja -->
Cari Berita

Iklan 970x90px

Oknum Pendiri Yayasan di Dompu Cabuli Siswa, Warga Minta Dicopot Saja

Tuesday, March 15, 2022

Foto: Muhammad Irfan (Rendy Sesat)


 Dompu, Infobima.com - Sebagaimana diketahui bahwa sekolah yayasan itu barang pasti akan mengedepankan pembelajaran yang bernuansa islamiah yang diterapkan.


Lantas bagaimana ketika nuansa keislaman ini dinodai dengan tindakan tidak senonoh dilakukan oleh oknum pendidik itu sendiri terhadap siswanya, tentu jelas akan mencederai Lembaga Pendidikan Agama yang ada.


Seperti halnya dialami oleh salah satu siswa yang tinggal di Desa Mbawi Dompu, dikutip dari berita media ini sebelumnya.


Berdasarkan informasi dari Kanit PPA Reskrim Polres Dompu Bripka Fadian Arianti yang dikonfirmasi, Selasa (1/3/22), membenarkan dugaan pencabulan terjadi.


"Pencabulan nya dengan meraba-raba bagian sensitif korban saja" katanya.


Tindakan itu diduga dilakukan oleh Kepala Yayasan Addawah, Desa Mbawi, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu inisial IS, dan bahkan laporan pengaduan kasus itu ke Polisi telah dilakukan Restorative justice atas kesepakatan kedua belah pihak.


Dari kejadian itu, salah seorang warga Desa Mbawi yang juga dikenal sebagai salah satu aktivis kabupaten Dompu, Muhammad Irfan (Rendy Sesat) menyoroti persoalan tersebut dan meminta agar Kepala Yayasan ini di pecat saja.


"Saya rasa oknum Kepala Yayasan ini tidak pantas untuk memimpin lagi yayasan itu, apa lagi dia itu seorang ASN dan Pendiri Yayasan sangat tida efisien ketika masih memimpin yayasan, saya rasa dia dipecat saja" Pungkasnya.


"Saya harap kepala sekolah itu tidak ada lagi di situ. Kalau dia masih ada saya akan melakukan pergerakan massa nanti" tegas Brendy, sapaannya.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Dompu H. Syahrir M.Si


Di tempat terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Dompu H. Syahrir M.Si yang dijumpai sejumlah awak media di ruang kerjanya pada Senin (14/3/22) mengaku, bahwa oknum kepala yayasan tersebut sudah dia panggil untuk mereka proses karena sudah mencoreng marwah Kemenag sendiri, hingga secara internal Kemenag Dompu mengadakan rapat terkait persoalan itu.


"Tindakan ini sudah mencoreng marwah Kemenag, untuk membahas masalah ini, kami sudah mengadakan rapat internal yang melibatkan pejabat Kanwil juga" Katanya.


"Kami sudah membentuk Tim sendiri untuk memanggil dan memeriksa yang bersangkutan, hasil pemeriksaannya nanti akan dibuat dalam bentuk Laporan Berita acara, apa bila hasil pemeriksaan itu mengarah pada kebenaran sesuai informasi tersebut, maka kami akan menindaknya" tegas Kakan Kemenag Dompu.(Din)