Miris!! Krisis Internal EW LMND NTB, Kini Guncang Tiga Kader Undurk Diri, Legitimasi Organisasi Dipertanyakan
Cari Berita

Iklan 970x90px

Miris!! Krisis Internal EW LMND NTB, Kini Guncang Tiga Kader Undurk Diri, Legitimasi Organisasi Dipertanyakan

Saturday, November 8, 2025

Mataram ~ infobima.com ~ Belum reda polemik pemecatan sepihak terhadap Wildan Ummairah mantan Ketua LMND Kota Bima, kini Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW LMND) Nusa Tenggara Barat kembali diterpa badai internal yang kian memburuk. Karena tiga kader penting secara resmi mengatakan untuk mengundurkan diri dari kepengurusan EW LMND NTB.

Wildan menyampaikan. Ketiga kader tersebut adalah Ahmad Zulfikar Ketua Komite Persiapan (KKP-LMND) mataram, Suratman (Departemen Agitasi dan Propaganda LMND NTB), serta Ratina Oktaopiana (Bendahara Eksekutif Wilayah LMND NTB). Langkah ini disebut menjadi bukti nyata, bahwa kondisi internal LMND NTB saat ini tengah mengalami keretakan mendalam dan krisis legitimasi kepemimpinan.

Dalam rangka hal ini dinilai sungguh miris, bahwa gejolak yang terjadi. Merupakan puncak dari hilangnya prinsip demokrasi dan semangat kolektifitas di tubuh LMND NTB.

“Pemecatan dilakukan terhadap saya sebelumnya tanpa mekanisme yang sah. Kini mirisnya, sudah mencederai prinsip organisasi. Kini dengan mundurnya tiga kader tersebut jadi kunci, publik semakin mempertanyakan legitimasi moral dan struktural EW LMND NTB,” ujar Wildan di Mataram, Jumat malam (8/11/2025).

Kemudian Wildan juga mempertanyakan, menjadi sorotan dalam sejarah keberanian sebuah struktur wilayah yang belum definitif secara organisatoris. Namun demikian untuk mengambil langkah besar seperti pemecatan kader dan pengambilalihan wewenang tanpa dasar AD/ART, seharusnya itu jelas.

“Bagaimana mungkin eksekutif wilayah yang belum memenuhi syarat konstitusional, dalam pembentukannya. Justru berani bertindak seolah-olah memiliki otoritas penuh?” tegasnya.

Lanjut dia. Krisis yang terjadi, mencerminkan hilangnya nilai dasar perjuangan LMND sebagai organisasi mahasiswa progresif. Seharusnya menjadi ruang pembelajaran politik kritis dan solidaritas kader, bukan karena konflik kekuasaan dijadikan sarat kepentingan.

“Ini bukan sekadar soal pemecatan, akan tetapi so'al hilangnya ruh perjuangan. Bahwa demokrasi internal yang tergantikan oleh arogansi dan ambisi individu,” sindir nya Wildan.

Ia menilai, bahwa tindakan sepihak yang dilakukan oleh pimpinan EW LMND NTB. Kini berpotensi mengikis kepercayaan kader dan publik terhadap integritas organisasi. Memang tidak boleh terseret menjadi alat kekuasaan untuk menindas kadernya sendiri.

“LMND harus kembali pada prinsip awalnya, untuk membangun kesadaran kritis dan memperkuat solidaritas serta menegakkan demokrasi secara internal. Itu baru sebagai fondasi gerakan rakyat yang berdaulat,” ujarnya.

Wildan dengan tegas untuk mendesak Eksekutif Nasional LMND, agar segera turun tangan guna melakukan evaluasi dan penataan ulang terhadap kepengurusan.

Kini Publik dan kader merupakan sebagai akar rumput, namun ironisnya. Menunggu dan menunggu, apakah Eksekutif Nasional akan diam melihat kehancuran internal ini, atau memang sengaja tidak akan bertindak untuk menyelamatkan marwah organisasi. Pungkasnya.