Lamban Ungkap Tragedi Gunung Sangiang Api, Rafidin Minta Kapolri Copot Kapolres Bima Kota dan Kasat Reskrim
Cari Berita

Iklan 970x90px

Lamban Ungkap Tragedi Gunung Sangiang Api, Rafidin Minta Kapolri Copot Kapolres Bima Kota dan Kasat Reskrim

Friday, January 2, 2026

Bima ~ infobima.com ~ Hampir berjalan 20 hari kasus Kifen ditangani pihak penyidik Polres Bima Kota. Hingga sampai sekarang belum juga terungkap, apakah dibunuh ataukah hilang dan patut diduga kuat ada keterlibatan oknum tertentu. 


Namun, dengan diamankannya saat ini salah satu rekan yang juga saksi Korban kifen bernama Aldi oleh penyidik Polres Bima Kota, membuktikan kasus tersebut sudah berhasil diungkap walaupun sempat menjadi kontroversi di lakukan Konferensi Pers untuk keterbukaan informasi publik," tapi ditunda ada apa ya".???


"Tapi kenapa sampai sekarang penyidik sepertinya kucing-kucingan menangani kasus Kifen. Seharusnya dan wajib menyampaikan secara terbuka dan transparan ke publik, agar kasus tersebut tidak menciptakan berbagai persepsi positif maupun negarif oleh masyarakat,"ujar anggota DPRD kabupaten Bima Rafidin S,Sos kepada sejumlah wartawan. Pada hari Jum'at tanggal (2/01/2026)


Kasus ini kata Rafidin, mengingatkan dirinya dengan dugaan pembunuhan yang terjadi terhadap warga desa Ngali kecamatan Belo Kabupaten Bima yang terjadi di lingkungan Saleko Kota Bima beberapa tahun silam. Dalam kasus itu, berhari hari polisi tidak berhasil mengungkap pelaku pembunuhan tersebut. Namun, ketika sehari telegram pindah mutasi untuk Kasat Reskrim. Pada hari saat sebelum terungkap pelaku pembunuhan korban, penyidik dan Buser reskrim langsung menangkap pelaku pembunuhan sehari setelah kasat Reskrim di mutasi.


Artinya, diduga banyak kepentingan dalam kasus kifen yang melibatkan banyak pihak tertentu, termasuk Kapolres Bima Kota juga kasat Reskrim, sebab dianggap gagal ungkap pelaku pembunuhan, lebih-lebih menemukan dimana jasad kifen dikuburkan atau dibuang oleh pelaku pembunan, kalaupun korban kifen dibunuh.


"Saya menilai bahwa kaporles Bima kota gak mampu ungkap kasus Kifen dan saya meminta bapak Kapolri segera mencopot Kapolres bima kota, juga kasat Reskrimnya,sebab tak memiliki niat baik untuk menyelesaikan kasus yang menghebohkan bima umumnya NTB tersebut,"urainya.


Mestinya Kapolres harus malu ketika sejumlah penyidik penyidik terbaik di polres bima kota diturunkan ke lokasi yang diduga menjadi lokasi pembunuhan atau hilangnya Kifen, namun pulang dengan tangan hampa.Kapolres harus menjaga wibawa institusi bukan kepentingan lain.

 

"Sebab kaporles juga sudah berencana untuk konfrensi pers dalam kasus itu tapi ditunda.Itu bukti bahwa Kapolres bima kota menginjak injak kredibilitas institusi polri,"papar anggota DPRD DAPIL III dua periode itu.


Diakhir komentarnya, kembali Rafidin menegaskan agar Kapolres juga kasat Reskrim sesegera mungkin lakukan jumpa pers, sampaikan ke publik bahwa korban kifen dibunuh dan pelakunya si A, b dan lainnya atau menegaskan Kefin hilang dan belum ditemukan.


"Kalau tidak mampu ungkap kasus tersebut atau sulit menemukan jasad kefin, kerjasama dengan banyak pihak, dan saya gak yakin kasus itu tidak mampu di ungkap oleh penyidik serempat, sebab penyidik di NTB ini tidak hanya di Polres bima kota tapi juga ada di Polda NTB untuk dimintai bantuan dalam mengungkap kasus kifen sesegera mungkin, "tandasnya.(Red/Aryadin)