DOMPU, INFOBIMA – Kepala SMP Negeri 4 Dompu, Abdul Kharis, secara tegas menepis isu mengenai adanya permintaan "jatah" atau pemotongan dana tunjangan sertifikasi guru di sekolah yang ia pimpin.
Klarifikasi ini disampaikan Abdul Kharis saat menanggapi beredarnya informasi yang berkembang di tengah masyarakat dan awak media, pada Kamis (4/6/2026).
Abdul Kharis membantah keras bahwa dirinya pernah meminta sebagian tunjangan sertifikasi milik guru. Namun, ia tidak menampik bahwa memang ada pemberian dari sejumlah guru kepadanya. Ia menegaskan bahwa pemberian tersebut murni sebagai bentuk ucapan terima kasih dari para guru secara sukarela, bukan atas paksaan atau permintaan pihak sekolah.
Pernyataan tersebut juga diperkuat oleh salah seorang guru di SMPN 4 Dompu, Dian. Namanya sempat terseret dalam isu yang menyebutkan bahwa ia menjadi salah satu guru yang dimintai uang oleh kepala sekolah. Dian menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar.
"Maaf, kami tidak pernah dimintai uang oleh kepala sekolah. Nama saya disebut-sebut sebagai salah satu pihak yang dimintai jatah, itu semua tidak benar," tegas Dian kepada sejumlah wartawan.
Abdul Kharis mengaku merasa sangat tertekan dengan berkembangnya isu ini. Ia khawatir berita tersebut tidak hanya mencoreng nama baiknya secara pribadi, tetapi juga akan berdampak pada jenjang kariernya di masa depan.
Terkait isu yang dianggap liar tersebut, Abdul Kharis menyatakan telah menemui pimpinannya, yakni Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dispora), guna mengonsultasikan serta mencari solusi terbaik atas permasalahan ini. (D)

