DOMPU, INFOBIMA – Peran humanis dan persuasif ditunjukkan Kabag Ops Polres Dompu, Sudirman, SH, saat mengawal aksi demonstrasi gabungan organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kabupaten Dompu, Selasa (30/6/2026).
Aksi unjuk rasa yang berlangsung di Kantor DPRD dan Kantor Bupati Dompu tersebut berlangsung dinamis dan sempat diwarnai ketegangan. Aparat keamanan dari Polres Dompu harus bekerja ekstra dalam mengendalikan situasi di tengah jumlah massa aksi yang cukup besar dan menunjukkan sikap yang agresif.
Di bawah koordinasi Kabag Ops Sudirman, SH, personel kepolisian mengedepankan pendekatan persuasif dan dialogis guna meredam emosi massa serta mencegah terjadinya benturan fisik antara mahasiswa dan aparat keamanan.
Saat sebagian massa melakukan tindakan perusakan terhadap sejumlah fasilitas di lingkungan Kantor DPRD dan Pemerintah Daerah Dompu, Sudirman langsung melakukan dialog dengan para mahasiswa.
Ia mengingatkan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak yang dijamin oleh undang-undang, namun harus dilakukan dengan tetap menjaga ketertiban dan tidak merusak fasilitas umum.
"Apakah menurut adik-adik tindakan ini benar? Mengangkat meja, memecahkan kaca dan melakukan perusakan. Saya sudah berulang kali mengingatkan agar tidak melakukan hal-hal seperti itu. Tidak ada yang melarang untuk berorasi dan menyampaikan aspirasi, tetapi jangan sampai melakukan tindakan yang merugikan masyarakat maupun fasilitas negara," ujar Sudirman saat berdialog dengan peserta aksi.
Ia menegaskan bahwa aparat keamanan memiliki tanggung jawab untuk menjaga ketertiban umum serta memastikan setiap penyampaian aspirasi berlangsung secara aman dan kondusif.
Dalam menjalankan tugas pengamanan tersebut, Sudirman mengaku mengalami rasa sakit akibat dorongan dan desakan massa aksi. Namun demikian, ia tetap berupaya menjaga situasi agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
"Sakit semua badan ini karena didorong dan diseruduk, tetapi karena ini merupakan tugas dan tanggung jawab kami sebagai aparat keamanan, kami tetap menjalankannya," ungkapnya.
Pendekatan humanis yang dilakukan Kabag Ops Polres Dompu dinilai mampu menjaga situasi tetap terkendali, sehingga aksi demonstrasi dapat berlangsung tanpa terjadi bentrokan fisik antara mahasiswa dan aparat kepolisian.(Din)

