DPR RI Komisi IV, Rapat Dengar Pendapat Bersama Dirut Perum Bulog -->
Cari Berita

Iklan 970x90px

DPR RI Komisi IV, Rapat Dengar Pendapat Bersama Dirut Perum Bulog

Monday, August 30, 2021

Foto : Anggota Komisi IV DPR RI, H. Johan Rosihan, ST, dalam rapat Dengar Pendapat bersama Dirut Perum Bulog di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta.

Jakarta, Media Info Bima Online - Badan Urusan Logistik (Bulog) belum lama ini mengumumkan bahwa Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang tersedia cukup hingga akhir tahun. Namun diketahui, CBP tersebut tidak sepenuhnya dalam kondisi yang baik. Setidaknya, terdapat 400 ribu ton beras yang ditemukan tidak dalam kondisi baik, bahkan busuk.
 
Terkait hal tersebut, Anggota Komisi IV DPR RI H. Johan Rosihan, ST, Fraksi (PKS) Dapil NTB I (Pulau Sumbawa) mendorong Bulog agar menjadi instansi yang mampu beradaptasi dan berinovasi dengan diberi ruang sehingga dapat menjadi penyangga pangan bangsa dan rakyat selamat dari kelaparan dan kesusahan stok pangan.
 
“Nah mudah-mudahan, harapan Presiden yang disampaikan dalam ulang tahun Bulog (beberapa waktu yang lalu) itu benar adanya. Jadi Bulog beradaptasi, Bulog berinovasi. Tidak dalam posisi terbang tapi diikat, lari tapi ditahan,” terang Johan Rosihan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi IV DPR RI bersama Dirut Perum Bulog di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Senin, (30/8/2021).
 
Permasalahan yang dialami Bulog menurut politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahteraan (F-PKS) ini, bukanlah persoalan yang sederhana. Sehingga, Bulog perlu menampilkan dirinya sendiri untuk dapat menyampaikan seperti jumlah stok yang dimiliki, kemampuan Bulog, kapasitas ruang penyimpanan Bulog serta jumlah ruangan yang diberikan.
 
Selain itu, Johan Rosihan berharap Bulog dapat bekerja sama dengan petani. Bulog perlu menempatkan diri menjadi pelayan masyarakat maupun pihak yang berhubungan secara komersial. Dia menilai, instansi pemerintah seperti Bulog, di satu sisi badan adalah pelayanan sedang di sisi lainnya adalah komersial. Adapun bentuk kerja sama yang dapat diupayakan adalah dengan pengkajian ulang harga eceran terendah pada beras petani.  
 
“Di sisi yang lain pemerintah ngasih modal. di sisi yang lain Bulog juga harus mandiri. artinya, ini adalah ruang plus-minus, yang Bulog bisa manfaatkan betul bagaimana bisa menjadikan Bulog jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” jelas politisi Dapil NTB I (Pulau Sumbawa) itu.
 
Johan melanjutkan, dengan penetapan harga eceran beras yang lebih baik melalui strategi yang lebih menguntungkan, dirinya berharap Bulog mampu menghadirkan dirinya dan hadir sebagai perwakilan negara yang bisa bekerja sama dengan petani.
 
Di akhir pernyataannya, Johan Rosihan berharap bahwa Bulog sebagai stabilitas pangan, para mitra termasuk Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan bisa bekerja sama dengan baik. “Mudah-mudahan ke depan kalau dibangun kerja sama yang strategis seperti itu, indag (industri dagang) mau bekerja sama. Jangan sampai kita panen raya indag mengadakan impor. Ya, yang rusak petani kita,” kilahnya Johan. (Usman).