Dompu, Infobima - Lonjakan anggaran operasional Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Dompu ditengah kondisi efisiensi daerah membuat geleng kepala. Bagaimana tidak, ditengah upaya pemerintah pusat membuat kebijakan untuk meminimalisir penggunaan anggaran daerah melalui aturan efisiensi, malah anggaran Kesra Dompu semakin gemuk.
Dalam data temuan sejumlah wartawan, tercatat pagu anggaran operasional Kesra tahun 2025 sebesar 1,18 miliar rupiah atau 128 persen, dan naik di tahun 2026 menjadi 4,99 miliar rupiah. Angka ini dinilai fantastis dibandingkan anggaran operasional OPD taknis lainnya.
Dikutip dari media KMBali1.com, PLT. Kabag. Kesra Setda Dompu Susatyo saat kepada KMBali1.Com Senin, (6/4) Pagi menjelaskan bahwa dirinya belum bisa memberikan keterangan apapun terkait hal itu. Susatyo mengatakan bahwa dirinya adalah PLT yang baru ditugaskan di bagian Kesra. Saat ini dirinya juga menjabat sebagai Kabag. Administrasi Pembangunan.
“Nantilah, beri saya waktu untuk rapatkan dulu, insya allah besok siang saya akan terangkan”, jawabnya.
Melihat lonjakan anggaran ini, semjulah awak media Dompu berspekulasi bahwa, sejauh ini pelayanan kesehatan terhadap masyarakat kerap digaungkan dengan kondisi efisiensi oleh Daerah, padahal sesungguhnya OPD yang ada tidak mengenal istilah efisiensi jika dilihat dari kondisi reel yang ada.
Media ini akan terus melakukan investigasi kebijakan ini, karena selain persoalan membengkaknya anggaran Bagian Kesra, terdapat juga anggaran yang disalurkan untuk beasiswa perkuliahan yang belum diketahui siapa saja yang mendapatkan beasiswa itu.(D)

