Gerilya Sorot Aksi Pengrusakan Hutan di Dompu
Cari Berita

Iklan 970x90px

Gerilya Sorot Aksi Pengrusakan Hutan di Dompu

Tuesday, October 10, 2017


Dompu NTB, koranlensapos.com *** Direktur LSM Gerilya, Farid Fadli menyoroti aksi pengrusakan hutan di Kabupaten Dompu yang semakin merajalela. Kekecewaannya terhadap kerusakan hutan di Dompu dibuatnya dalam sebuah rekaman video yang diunggahnya di akun facebooknya Chapunk Climber dengan iringan lagu "Bencana Alam"nya Iwan Fals. Aktivis yang biasa dipanggil Chapunk ini mendesak semua pihak untuk mencermati kondisi hutan di Dompu yang sudah babak belur. "Terkait kerusakan tersebut, haruslah menjadi perhatian secara bersama. Baik pemprov selaku pengelola melalui KPH nya, juga pemerintah Daerah selaku pemilik wilayah kedaerahan," pintanya.


Apalagi sekarang memasuki musim penghujan. Selain longsor dan banjir, terjangan air hujan tanpa pohon-pohon sebagai penahan juga bakal menimbulkan sedimentasi yang tak terkendalikan lagi yang dapat menimbulkan dampak lain bagi lingkungan, kesehatan maupun menghambat perputaran roda perekonomian. Chapunk mencontohkan kerusakan hutan antara lain di desa Mbawi dan Dorebara di Kecamatan Dompu, So Puji Wawi Desa Sukadame Manggelewa dan Taman Nasional Gunung Tambora. Pada kesempatan lain, Chapunk juga menyoroti kinerja BKPH yang dinilainya masih jauh dari harapan. "Kalau KPH tidak bisa mengawasi hutan bubarkan saja," tegasnya. Senada disampaikan aktivis Gerilya lainnya yaitu Bije. Aktivis yang familiar dengan panggilan Kejora Paramitha ini mengemukakan Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) belum memperlihatkan keseriusan dalam mengawasi dan menangani persoalan kerusakan hutan di Kabupaten Dompu. (Amin Dompu).