Mengolah Sampah menjadi Bahan Bakar, Wagub NTB: Ini Solusi Sampah di NTB -->
Cari Berita

Iklan 970x90px

Mengolah Sampah menjadi Bahan Bakar, Wagub NTB: Ini Solusi Sampah di NTB

Thursday, June 24, 2021

Mataram, Media Info Bima Online - Sekretaris Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Dra. Sri Irianti bersama BAPPEDA NTB dan Dinas LHK mendampingi Wakil Gubernur Provinsi NTB, Dr. Ir. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd. dalam Acara Peresmian Mesin Pengolahan Sampah Plastik Menjadi Solar yang diselenggarakan oleh GTM (Geo Trash Management) di STIPark Banyumulek - Lombok Barat


Dalam Sambutannya, Ummi Rohmi menyampaikan sampah yang selama ini dianggap masalah bisa diubah menjadi berkah. Salah satu cara yang harus dilakukan agar sampah menjadi berkah adalah dengan usaha mengolah sampah tersebut.

"Harapannya ketika sampahnya diolah, NTB kedepannya agar tidak ada lagi persoalan persoalan yang muncul akibat sampah." Ungkapnya


Geo  Trash Management (GTM) mengembangkan teknologi yang mampu mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar melalui proses pirolisis. Mekanisme pirolisis yaitu proses memanaskan plastik tanpa oksigen dalam temperatur tertentu serta teknik destilasi.

Sementara itu General Manager GTM mengatakan mesin produksi bahan bakar ramah lingkungan bersama menciptakan lombok yang ramah lingkungan. GTM yang berinvestasi selama 2 tahun mengahadapi banyak tantangan agar mendapatkan teknologi ini hingga mendapatkan hasil yang sesuai. 


"Kami menemukan solusi sederhana namun global,  berteknologi rendah namun efektif terjangkau dan menguntungkan. Ini bukan hanya gerakan di Lombok saja Tapi di seluruh Indonesia untuk Kesehatan lingkungan, masyarakat dan tumbuhan." Ujarnya


Novrizal Tahal selaku Direktur LKHK juga mengatakan ini adalah sebuah terobosan baru yang sangat inspiratif. Ide ini muncul berawal dari kesadaran NTB dalam mengelola NTB Zero Waste yang mendorong masyarakat memilah sampah dari rumah. Harapannya permasalahan sampah terutama yang untuk daerah Pariwisata dapat teratasi.


"Pariwisata sangat berkolerasi kuat terhadap sampah-sampah yang ada di kawasan laut dan sekitarnya. Dengan pengubahan menjadi bahan bakar ini semoga menjadikan kualitas lingkungan NTB lebih baik." Tambahnya. (Usman).