Dompu, Infobima - Keterbatasan anggaran tak selalu menjadi penghalang. Di Kabupaten Dompu, upaya pencegahan stunting justru menemukan jalannya melalui inovasi dan kolaborasi.
Di tengah nihilnya dana untuk edukasi nutrisi, program tetap berjalan dengan menggandeng kepedulian masyarakat melalui gerakan Orang Tua Asuh.
Inisiatif ini digagas oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Dompu, Hj. Daryati Kustilawati. Dalam situasi serba terbatas, ia memilih tidak menunggu, melainkan bergerak mencari solusi.
“Kalau hanya bergantung pada anggaran, program ini bisa terhenti. Jadi kami ambil langkah swadaya dengan melibatkan masyarakat,” ujarnya.
Melalui pendekatan personal, program Orang Tua Asuh berhasil menghimpun dukungan dari ratusan individu. Hingga April 2026, tercatat sebanyak 422 orang tua asuh ikut ambil bagian.
Mereka berkontribusi sesuai kemampuan, terutama dalam bentuk bantuan nutrisi seperti susu dan telur yang kemudian disalurkan secara bertahap kepada anak-anak yang membutuhkan.
Momentum Hari Ulang Tahun Dompu bahkan dimanfaatkan untuk memperkuat gerakan ini. Dari 35 orang tua asuh, berhasil dikumpulkan 211 krat telur sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pencegahan stunting.
Tak hanya soal bantuan, gerakan ini juga menekankan pentingnya edukasi gizi bagi masyarakat. Seluruh jajaran DPPKB, mulai dari tingkat Kabupaten hingga Desa, termasuk UPTD KB Kecamatan dan IPeKB, turut dilibatkan untuk memastikan program berjalan efektif.
Saat ini, angka prevalensi stunting di Dompu berada di kisaran 19,8 persen, masih sedikit di atas rata-rata nasional. Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 2.418 balita mengalami stunting angka yang dinilai masih bisa ditekan melalui upaya berkelanjutan.
Daryati optimistis, dengan semangat inovasi dan gotong royong, tren stunting di Dompu akan terus menurun. “Kondisi sulit justru menguji kreativitas kita. Selama ada kemauan dan kebersamaan, pasti ada jalan,” tegasnya.
Program ini menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti, melainkan peluang untuk melahirkan solusi yang lebih kreatif dan berdampak.(*)

