Dompu, Infobima - Sehubungan dengan rapuhnya tata laksana di birokrasi pemerintahan Kabupaten Dompu akibat disharmoni antara Bupati Dompu saudara Bambang Firdaus dan saudara Sirajudin selaku pemegang otoritas tertinggi di pusat kekuasaan Pemerintah Kabupaten Dompu. Yang bukan hanya mengakibatkan terhambatnya pelayanan pemerintah kepada masyarakat sesuai amanat UU, tapi juga memicu potensi keresahan dan perpecahan maupun pertikaian diantara kelompok masyarakat terutama yang mendukung salah satu di antara dua figur penting daerah ini.
Karena itu secara kelembagaan, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Dompu menyerukan.
1. Bupati dan Wakil Bupati Dompu untuk menurunkan standar ego masing masing demi terjadinya perdamaian dan kerukunan kembali antara mereka berdua sebagai paket pemimpin rakyat Dompu.
2. Meminta kepada Gubernur NTB untuk SEGERA turun tangan mendamaikan kedua kubu yang tidak harmoni. Gubernur diminta untuk tidak berpangku tangan dan segera mempromosikan diri sebagai mediator untuk islah dua pemimpin Dompu.
3. Meminta kepada Presiden RI Prabowo Subianto di Jakarta untuk segera memanggil Bupati dan Wakil Bupati Dompu dan melakukan klasifikasi langsung serta mendapatkan kedua pihak yang bertikai karena sebagai Presiden harus mampu memahami dan mencegah kerugian masyarakat Dompu akibat tidak harmonisnya hubungan Bupati dan Wakil Bupati Dompu.
4. Menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dan tidak memperkeruh keadaan yang mengakibatkan gangguan ketertiban di Kabupaten Dompu. Mari jaga bersama bumi Nggahi Rawi Pahu untuk tetap aman, tertib dan nyaman karena Dompu milik bersama bukan milik satu dua kelompok apalagi satu dua orang.
Ketua SMSI Kabupaten Dompu, Iwan Sakral.(*)

