Dompu, Infobima - Anggaran operasional sebesar 4,99 miliar rupiah yang mengalir di Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setda Kabupaten Dompu masih menjadi buah bibir. Pasalnya masyarakat kini masih menunggu rilisan lanjutan media tentang janji Sekda Dompu yang bakal memberikan data spesifik penerima aliran dana itu untuk dipublish sebagai bentuk keterbukaan informasi publik.
Namun, harapan itu mungkin bakal sirna, sebab Sekda Dompu yang dikonfirmasi kembali beberapa kali oleh awak media sejak kemarin hingga saat ini tak kunjung membalas, meski terlihat centang dua dalam laman whatsapp-nya.
Sebelumnya sejumlah awak media mempertanyakan Sekda Dompu tentang lonjakan anggaran operasional Kesra ditengah kondisi efisiensi Daerah, dan lonjakan itu tidak tanggung-tanggung, dari pagu anggaran tahun 2025 yang hanya 2,18 miliar naik di tahun 2026 menjadi 4,99 miliar rupiah.
Dari data yang diperoleh awak media, sebagian dana itu lari ke biaya beasiswa. Pertanyaan saat wawancara Sekda, "siapa saja mahasiswa yang dibiayai oleh Daerah dengan anggaran ini."? Karena awak media mencurigai mahasiswa yang dimaksud merupakan anak para elit pejabat di daerah, dan bukan warga tidak mampu.
" Mereka anak SMA, orang miskin semua jumlahnya ada 11 sampai 20 orang lebih. Nanti saya kasih datanya, saya kirim saja melalui WA" Kata Sekda saat di wawancara awak media, Selasa 8 April kemarin.
Selain itu, sebagian besar dana tersebut mengalir untuk Belanja Hibah Uang Kepada Badan dan Lembaga Nirlaba, Sukarela Bersifat Sosial Kemasyarakatan dan mencakup 2 miliar rupiah.
Dipertanyakan, apakah dana itu mengalir ke LSM. "Bisa jadi, dan bisa jadi juga untuk bantuan kepada Yayasan islam dan LPTQ" Ujar Sekda.
Sebagai bentuk keterbukaan informasi publik, media ini masih berharap upaya baik dari Sekda Dompu agar merealisasikan janjinya untuk memberikan data spesifik penerima aliran dana itu agar di publish ke media, supaya tidak menjadi fitnah ditengah masyarakat demi Dompu Maju.(D)

